Atribut Sang Jendral

Ternyata, sepeninggal Jendral Soedirman, beliau masih meninggalkan benda-benda bersejarah yang dewasa ini terpampang di dinding-dinding Museum, penasaran?

TIK dan Trend IT? Sama saja, tuh....

Orang-orang bilang belajar TIK itu gak penting, karena susah! Eitts, siapa bilang? Yuk simak 'saweran' Filza tentang TIK!

Kata Rifi: SMA itu Seru Banget!

Rifi membungkus cerita SMA-nya dengan bungkusan warna-warni, penasaran bagaimana kisah SMA dia? Baca lebih lanjut

Belajar Singkat Bahasa Jepang, yuk!

Nashir ingin membagi-bagi ilmu 'Ke-Jepangannya' dengan caranya sendiri. Hemm, memangnya benar belajar bahasa Jepang itu tidak sulit?

Simak Review Museum Polisi!

Salah satu penyawer, Adipa Rizky, mengadakan kunjungan museum Polri di Blok M. Penasaran bagaimana kisah singkat 60 menit yang dialaminya?

Tampilkan postingan dengan label Hanifan Fajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hanifan Fajar. Tampilkan semua postingan

Toraja, The Hidden Treasure of Indonesian Heritage



Toraja is one of the tribes who resided on the island of Sulawesi in mountainous areas Latimojong peguungan quales with an altitude between 150-2000 meters above sea level. In the foothills there is settlement Toraja people who live in-house (tongkonan) with its traditional architecture which consists of khas.Orang Toraja migration coming from the north and south. Migration support coming from the north with the legacy of cultural megalith tomb stone (kalamba), sculptures of stone, mortar stones, menhirs and dolmen. While the migrants who come from the south have a skill to make pottery with a certain confidence, and know the social layers, such as the class of nobles, freemen and slaves. Others who influence the local kingdoms around it, the influence of religion and so forth. Conditions that are less fertile areas, resulting in high mobility out-migration or migrate to cities in Sulawesi and other regions in Indonesia.
The pattern of settlement in Toraja is marked by the presence of indigenous or home tongkonan, umbung (grass), cowshed, pigsty, the family cemetery (leang) and bamboo gardens. Tongkonan forms can be studied from many aspects including the structure bangunananya physical, social function, religion or as an architecture that contains the value of art. Toraja people believe in Puang Matua who created the universe and lower rules (Aluk), belief in the existence of Deata which controls and maintains the sky (Deata Tanggana sky), earth (deata kepanaganna) the earth (deata tanggana field), and confidence in the 'to mambali Puang' ie yara ancestral spirits who have become gods. Toraja people who hold this belief must memberian offerings urban animals such as buffalo, pigs and chickens Ceremony thing to do is sign Tuka 'associated with life such as agriculture, construction and inauguration of the traditional house tongkonan, birth and marriage. The show is addressed to the creator and deata-deata. Another ceremony is very pentin solo signs' are associated with death, addressed to the spirits of ancestors who becomes deata. This ceremony is associated with one's social status, the higher the status of a person, then the ceremony would take too many days at the expense of animals until atusan tail number. At the high nobility important elements that must exist is the reading of poems called Badong. In a biographical poem described the dead include his line, his way of life, until his soul rose into the sky blends with the spirits of ancestors who were among the stars. At the present time many of the Toraja people who embrace other faiths such as Aluk To Dolo, Protestantism, Catholicism, and Islam.


 Hoe [Image] It is made of wood and iron from south Sulawesi. Hoe used for digging the soil

 Tau Tau Statue [Image] Tau Tau derived from the word "Tau" in local language means "people". Tau Tau is used in funeral rites according to ancient asceticism of Toraja. This belief teaches Toraja to believe in life after death. Tau Tau therefore represents people who have died and entered the world of Tau lain.Tau made of wood, Tau Tau manufacturing process starting from the expression describing the deceased, after it makes carving the body from head, body, and legs. Each Tau Tau made with the details of representing the physical characteristics of the deceased. Eye of the Tau Tau dai made of bone and horn of cow.Process of making Tau Tau is divided into two categories, namely depending on the social status of people who die:-For persons from low-Tau Tau is made of bamboo so-called "Tau Tau Lampa". For the people of the upper classes Tau Tau made from jackfruit wood and at the logging done by custom and by sacrificing a pig. slaughtered a pig on when making hand-carved to toe. This sacrifice shows the birth of the life after death. Slaughtered pigs in again at the end of the ritual in the manufacture of Tau Tau.
 Flute Toraja [Image] flute made from bamboo, found in Enrekang, Toraja South Sulawesi. Flute is a musical instrument popular in South Sulawesi. Used during the funeral ceremony and the ceremony of harvest.
 Tongkonan [Image] Tongkonan is the traditional Toraja house that stood on the pile of wood and decorated with carved red, black, and yellow. The word "tongkonan" is derived from the Toraja language tongkon ("sit").
 Tongkonan is the center of social life Toraja tribe. Rituals associated with tongkonan very important in the spiritual life of Toraja tribe therefore all family members are required to participate because Tongkonan symbolize their relationship with their fathers. According to folklore Toraja, tongkonan first constructed in heaven with four poles. When the ancestors of the Toraja tribe down to earth, he imitated the house and held a great ceremony.
 Toraja carvings [Image] Carving made of wood and are found in Saadang-Toraja, South Sulawesi. This engraving is part of the decoration in the home building and Alang tongkonanan Sura (Rice Barn). Motifs on the walls of buildings tongkonan believed to protect the owner and lack of luck and to obtain welfare.
 Lalosu [Image] Lalosu made of wood, bamboo, palm leaf, broken glass. This musical instrument is a device used in the dance "Alusu". Lalosu derived from the word "lao-losu" which means back and forth. So named because when meari, the tool is rocked to the left and right or forward and then swung to the side to cause Bungi, Dance Alusu originated from Bugis, is a series of bissu dance (the dance that the dancers are a group of heirs) staged during religious ceremonies , the inauguration of the king, the great guests and upacaa penambutan other.
 Containers Pekinangan [Image] The container is made of wood Pekinangan. Pekinangan container is a place to store materials used in menyirih like betel leaf, lime, gambier, areca nut and tobacco. In Toraja betel nut ceremony conducted in a procession welcoming guests at the funeral.

Dua Tahun di Labky, Sebuah Cerita dari Ahmad Dahlan

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada bapak guru sejarah saya, pak shobirin yang telah memberikan saya cukup banyak tugas yang sedikit banyak mengisi waktu liburan saya yang agak membosankan. Sejujurnya mungkin saya agak kebingungan untuk menceritakan tentang apa di tugas ini, karena sejujurnya sangat banyak suka duka bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ini. Sehingga sayapun agak lupa untuk menceritakannya kembali karena mungkin ada yang lupa sedikit.
Saya memulai cerita saya semenjak hari pra-mos. Pada hari seluruh calon siswa SMA diwajibkan hadir untuk mendengarkan pengarahan dari kakak-kakak osis. Isi dari pengarahan tersebut adalah menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan mos yang akan dilaksanakan pada hari senin minggu depannya. Isi  kegiatan pra-mos adalah kakak-kakak osis memberikan sketsa nametag mos dan juga diberikan buku panduan mos, dan seerta diberitahukan pakaian yang digunakan untuk kegiatan mos tersebut.
Pada hari senin berikutnya adalah kegiatan mos yang sebenarnya. Pada hari itu saya adalah salah satu dari siswa yang berasal dari SMP Labschool Kebayoran. Oleh karena itu mungkin saya sudah sangat terbiasa dengan suasana mos tersebut. Tidak ada rasa canggung yang terasa. Mungkin yang harus diadaptasi adalah bertemu dengan teman-teman baru yang berasal dari SMP se-penjuru Jakarta.
Kegiatan mos hari pertama dipenuhi dengan materi-materi yang menurut saya cukup membosankan. Materi-materi tersebut berisi tentang kehidupan lingkungan Labschool Kebayoran, seperti tata tertib dan peraturan sekolah tersebut. Kemudian materi tentang cara yang tepat untuk mempertahankan hidup di sekolah tersebut, maksudnya adalah lebih kepada cara mengatur nilai-nilai agar tetap dapat naik kelas. Karena sekolah ini memiliki batas minimal nilai yang lumayan tinggi. Memang dengan dijelaskannya materi ini, anak-anak didik akan lebih siap menghadapi kerasnya kehidupan sma. Anak-anak akan membuka matanya dan menyiapkan strategi yang jitu untuk tetap mempertahankan nilainya di sekolah ini. Di hari pertama pun sudah dimulai tatacara makan ala militer, yang disebut ‘makan komando’. Makan komando adalah tata cara makan dengan cepat dan ringkas. Kakak-kakak osis akan menghitung waktu adik-adiknya makan. Katanya sih system ini untuk membuat adik-adiknya lebih kompak. Jika ada teman di sampingnya yang tidak bisa menghabiskan makanan, maka teman di samping lainnya wajib membantu. Sehingga terciptalah jiwa korsa yaitu jiwa kebersamaan. Selain itu setiap perpindahan saya dihitung oleh kakak-kakak osis. Seperti perpindahan dari hall masjid ke lantai empat, dari lantai empat ke masjid, dari masjid ke hall, dari hall ke hall mesjid, dari hall masjid ke lapangan konblok, dan mungkin dari lapangan konblok ke lapangan tanah.
Kegiatan hari kedua terlihat sama saja seperti kegiatan di hari pertama. Kegiatan hari kedua diawali dengan lari pagi. Inilah kali pertama lari pagi di saat SMA. Saya harus datang jam 5 pagi. Karena jadwalnya jam 5.15 sudah mulai lari pagi. Sejujurnya saya malas bangun pagi untuk olah raga, apalagi jam 5 pagi. Kegiatan hari kedua menurut saya lebih keras daripada hari pertama. Para peserta mos diwajibkan untuk mengikuti PBB. Kegiatan ini cukup menguras energy apalagi dilaksanakan jam 2 siang. Setiap kelompok perserta dipegang oleh salah satu kakak-kakak osis seksi bela Negara. Pada awalnya saya melihat mereka berwajah galak dan tegas. Tetapi lama-lama terlihat biasa saja. Kakak-kakak itu kadang kadang bisa senyum juga. Kegiatan hari kedua juga disisipi dengan peningkatan keimanan siswa dengan dilaksanakannya shalat zuhur dan shalat asar berjamaah di masjid. Para siswa juga diajak untuk membaca al quran disaat kosong.
Kegiatan hari ketiga isinya tentang pengenalan kelas-kelas kepada siswa baru. Pengenalan guru-guru yang mengajar juga dilakukan. Pada hari ketiga pula dilaksanakan pentas seni. Jadi setiap kelompok mos harus mempersembahkan pentas seni kepada kakak-kakak kelas mereka. Karya yang kami persembahkan adalah drama. Entah itu drama musical ataupun drama film. Jadi kami harus mempersembahkan yang terbaik. Kalau bisa suara kami harus terdengar oleh semua orang di sekitar kami.
Setelah kegiatan mos, SMA Labschool Kebayoran memiliki acara pentas seni yang cukup besar adalah ‘Sky Avenue’. Skyave, singkatannya adalah acara terbesar SMA kita. Acara tahun tersebut bertema ‘magic town’. Bintang tamunya adalah Damian yang seorang illusionist dan banyak band-band yang terkenal diundang ke acara tersebut. Karena saya masih kelas x pada waktu itu, maka kami dijadikan panitia seksi kebersihan. Tugas kami adalah memunguti sampah pastinya pada acara tersebut berlangsung. Kami tidak mengenal pagi, siang ataupun malam. Kami tetap bekerja memunguti sampah. Kadang, kami masuk ke dalam arena untuk melihat pertunjukan music yang sedang berlangsung, tetapi kami tidak bisa berlama-lama menonton karena kami harus membersihkan sampah yang berserakan.
Kegiatan kami setelahnya adalah pilar. Pilar adalah kegiatan keagamaan yang dilakukan pada bulan ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam sekolah. Kegiatan ini lebih mengarahkan kami untuk meningkatkan keimanan. Setiap hari kami harus shalat tepat waktu. Kami juga melaksanakan shalat sunnah di masjid. Kemudian kami harus menyetorkan hafalan ayat kami kepada mentor2 kami. Kami juga harus rajin-rajin membaca Al-quran disaat yang kosong.
Kegiatan kami berikutnya adalah Trip Observasi. Tettapi sebelum melaksanakan kegiatan ini harus menjalani “ritual” yang bernama Pra-TO. Pra-To adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk menguji kesiapan para peserta untuk menjalani kegiatan berikutnya yaitu Trip Observasi. Kegiatan Pra-To ini dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan ini sebenarnya menurut saya tidak ada hubungannya dengan kegiatan To itu sendiri. Namun yang namanya “ritual” ya harus diajalan toh. Pra-To cukup menguras tenaga kami sejujurnya. Kami diharuskan untuk mencukur rambut sampai sepatu satu. Awalnya malu karena sebelumnya saya tidak pernah mencukur rambut sependek itu. Dari mulai hari pertama kami harus lari pagi dari sekolah. Kami kumpul jam 5.00 di sekolah. Wah semua serba cepat deh pokoknya.
Pada hari pertama Pra-To kami harus menjalani kegiatan materi yang dibawakan oleh para guru ataupun tamu-tamu dari luar sekolah kami. Hari pertama juga dilaksanakan pengamplasan tongkat bambu. Tongkat ini harus diamplas sampai halus dan hilang serat durinya. Sehingga memudahkan langkah berikutnya yaitu mengecat. Mengecat tongkat sangatlah mengasyikan, dimana kita bisa berkreasi sesuka hati kita. Memang desain tongkat sudah ditentukan oleh kakak-kakak osis seksi kesenian (seksen). Namun yang namanya kreasi setiap orang berbeda-beda. Sehingga setiap orang memiliki kerapihan warna yang berbeda-beda. Namun saya tetap bangga terhadap tongkat karya saya sendiri.
Hari kedua Pra-To cukup melelahkan seperti hari pertama. Di hari kedua kami diajarkan kembali PBB. Selain itu kami di ajarkan cara mempertahankan tongkat kami. Tongkat TO adalah salah satu benda yang sakral  di kegiatan ini. Tongkat TO adalah benda yang harus kami jaga sekuat kami, maksudnya tidak boleh berpindah ke tangan orang lain. Kami diajarkan berargumentasi yang baik, benar dan juga harus menjaga sopan santun disetiap kata-kata yang kami lontarkan. Kami juga melaksanakan games yang bernama ‘siaga tongkat’. Games di hari kedua tersebuat hanya sebagai pengenalan dan hanya diajarkan teknik menahan tongkat yang benar.
Hari ketiga adalah hari terakhir dari kegiatan Pra-To. Kegiatan yang seru di hari ketiga adalah pemilihan ketua angkatan. Kegiatan lain yang tak kalah seru adalah masak-memasak. Masak-memasak adalah salkah satu kegiatan yang santai dan menimbulkan rasa kekeluargaan. Masakan yang dibuat tidak terikat oleh tema. Setiap kelompok harus mengundang kakak-kakak osis dan mpk untuk mencicipi masakan mereka. Di kegiatan masak-memasak ini yang paling diuntungkan adalah trium virate osis dan mpk. Karena mereka pasti paling dikenal oleh kami. Sehingga mereka pasti diundang untuk mencicipi masakan kami. Hari ketiga ditutup oleh games ‘barikade’ barikade adalah games yang membuat saya bingung sekaligus kesal. Games ini sangat membingungkan peserta. Dalam setiap argument mungkin tidak ada yang benar. Semua adalah salah di mata kakak-kakak osis.
Setelah kegiatan Pra-To, para peserta diajarkan yel-yel angkatan oleh kakak-kakak seksen. Kami semua harus menghafalkan yel-yel angkatan kami, ‘Nawa Drastha Sandyadira’. Yel-yel kami berisi dari lagu-lagu korea yang sedang hip pada masa itu, ada juga campuran lagu dangdut. Ya secara keseluruhan saya tidak terlalu menyukai yel-yel kami karena saya kurang menyukai nadanya. Tapi tak apalah yang penting kami bisa kompak menyanyikan yel tersebut tak apalah.
Setelah seminggu berselang, akhirnya kami melaksanakan kegiatan Trip Observasi. Saya sangat menyukai kegiatan ini. TO kami dilaksakan di Kampung Pasir Muncang, Purwakarta, Jawa Barat. Kampung tersebut masih asri dengan rumah-rumah penduduk yang berdampingan serasi dengan suasana desa tersebut. Orang orang desa tersebut menggunakan dialek sunda saat berbicara dengan pendatang seperti kami. Orang-orang kampong disana sangatlah bersabat bersedia membantu jika kami sedang butuh bantuan.
Hari hari di Pasir muncang sangatlah menarik menurut saya, Suasana disana tidak bisa saya dapatkan di kota Jakarta. Suasana disana sangatlah bersih dengan jarangnya kendaraan bermotor yang lalu-lalang. Kami bisa leluasa mengelilingi kampong tanpa takut terserempet oleh motor.
Di Purwakarta kami diberikan wawasan baru yang tidak ada di Jakarta. Kami mempelajari bagaimana kehidupoan warga desa. Cara mereka hidup, mempertahankan kehidupannya bahkan cara mereka bersosialisasi. Kami mempelajari lingkungan desa dan melakukan penlitian tenang kehidupan mereka. Ada kelompok yang meneliti kemampuan bahasa inggris mereka, ada yang meneliti kamar mandi mereka, ada yang meneliti kehidupan ekonomi mereka dan lain-lain. Kami harus sudah bangun di setiap pagi yang sangat dingin. Di hari pertama saya menggigil akibat udara yang kelewat dingin. Cuaca hujan menambah udara yang semakin dingin. . Secara keseluruhan TO adalah kegiatan yang mengasyikan dan juga sangat memberikan wawasan baru kepada kami semua.
Setelah kegiatan TO, pembelajaran di sekolah normal kembali. Kami kembali berjuang demi mendapatkan nilai yang memuaskan.  KAmi dikejar-kejar oleh deadline tugas dan jadwal ulangan yang padat. Kami semua dipaksa untuk menjadi anak yang rajin belajar untuk sementara waktu. Kehidupan di Labschool cukup keras bagi siswa SMA. Namun yang pasti SMA Labschool Kebayoran bebas dari tawuran antar sekolah, karena kami tidak memiliki geng sekolah. Tapi yang pasti di setiap sekolah pasti ada yang namanya senioritas. Itu lumrah dan tidak bisa dihindari. Namun di sekolah kami senioritas bukanlah suatu yang negative namun melainkan sikap senior yang membuat kami memiliki tenggang rasa kepada mereka. Mereka-senior- tidak melakukan hal-hal yang berhubungan fisik kepada kami, namun dengan sikap mereka yang kooperatif kepada para junior, kami menjadi hormat kepada mereka.
Di bulan maret Labsky mengadakan acara yang lumayan besar yaitu acara pertandingan olahraga yang bernama ‘skybattle’. Skybattle adalah acara kedua terbesar yang diselenggarakan sekolah labsky. Acara ini mengundang seluruh SMA se-Jabotabek untuk ikut serta dalam pertandingan futsal, basket, rugby, dance dan cheerleeders. Setiap sekolah bebas memilih jenis pertandingan yang diminati. Hadiah dan piala yang diselenggarakan oleh panitia cukuplah banyak di setiap cabang  pertandingannya.

CorelDRAW


Fasilitas Dasar CorelDRAW

Quick Start

Pertama kali perangkat lunak CorelDRAW diaktifkan, sistem akan menampilkan kotak dialog welcome. Pada kotak dialog ini, lembar proses yang yang dapat diaktifkan, yaitu:
quick start: aplikasi ini dapat membantu untuk mempermudah mempersiapkan ruang perancangan grafis baru atau pengubahan rancangan grafis yang pernah dibuat sebelumnya.
what’s new: aplikasi yang menginformasikan fasilitas baru yang disediakan pada perangkat lunak CorelDRAW X4.
learning tools: alat yang mempermudah pemakai perangkat lunak CorelDRAW mempelajari fasilitas yang disediakan.
galeri: galeri digunakan untuk mengunjungi situs komunitas pemakai CorelDRAW. Pada situs tersebut terdapat berbagai rancangan grafis profesional yang menggunakan perangkat lunak CorelDRAW.
updates: aplikasi yang digunakan untuk mengunjungi situs resmi perangkat lunak CorelDRAW untuk berbagai keperluan. Salah satunya, yaitu untuk memperbarui model sistem CorelDRAW.

Hints

Hints berada pada sisi kanan kotak dialog utama sistem. Fasilitas ini memberikan petunjuk apa dan bagaimana memproses suatu objek gambar/teks.

Menu Bar

Menu Bar berada pada bagian atas kotak dialog utama sistem. Sistem menu CorelDRAW X4 menggunakan standar sistem operasi Windows yang sangat memudahkan pemakaian.Apa saja menu menu yang ada di corel draw ?


Standard Toolbar

Standard toolbar terletak di bawah menu bar. Pada standard toolbar, sistem meletakkan simbol proses cepat. Misalnya terdapat simbol seperti folder untuk membuka suatu data grafis CorelDRAW.

Property Bar

Property bar adalah fasilitas tambahan yang muncul setelah memilih salah satu alat dalam fasilitas toolbox. Tujuannya untuk mempermudah pemakaian alat fasilitas toolbox terpilih. Property bar biasanya berada di bawah standard toolbar.


Toolbox

Toolbox biasanya terletak di bagian paling kiri. Sistem meletakkan sebagim memberi tanda lipatan pada sisi kanan bawah alat fasilitas toolbox yang memiliki subalat. Untuk menampilkan daftar subalat tersebut dapat dilakukan dengan mengklik dan menahan simbol alat yang bersangkutan.Jika kita masuk ke corel nanti error tak usah diulangulang masuk-masuk terus,biar error toolbok,toolbar aneh tak seperti biasanya


Status Bar

Sistem meletakkan berbagai informasi pada baris status yang terdapat pada sisi bawah kotak dialog utama. Informasi tersebut berkenaan dengan objek gambar/teks dan/atau alat proses terpilih.

Color Palette

Color palette atau kotak warna terletak di bagian paling kanan kotak dialog utama. Untuk memberi warna pada objek gambar/teks cukup melakukan klik seperti biasa. Sedangkan untuk memberi warna garis, klik kanan pada warna yang dipilih dalam kotak warna.

Dialog Box

Sistem CorelDRAW akan meletakkan sejumlah pilihan proses dari fasilitas yang komplek pada suatu kotak dialog. Fasilitas yang bersangkutan dapat diatur melalui kotak dialog tersebut. Misalnya, pengubahan format objek gambar dari vektor ke bitmap melalui menu bitmaps submenu convert to bitmap.

Docker

Sistem meletakkan sejumlah kotak dialog fasilitas yang (dianggap) sering digunakan dalam bentuk tetap pada sisi kanan kotak dialog. Format tersebut disebut dengan docker. Fasilitas ini dapar ditampilkan melalui menu window submenu docker.

Fixed/Floating Toolbar

Salah satu keistimewaan dari sistem CorelDRAW X4, yaitu fasilitas toolbox kotak warna, menu bar, standard toolbar, dan/atau property bar yang dapat digeser dan ditempatkan di sembarang lokasi.


Operasi Dasar

 Objek Garis

freehand tool: alat ini digunakan untuk membentuk beragam garis lurus atau garis yang tidak beraturan.

bezier tool: alat ini digunakan untuk membentuk beragam garis lurus dan garis yang tidak beraturan secara bersamaan.

artistic media tool: alat ini digunakan untuk membentuk berbagai objek garis artistik. Dalam menentukan bentuk garis artistik tersebut, gunakan simbol yang ada di sisi kiri fasilitas property bar, lalu tentukan spesifikasi konfigurasinya pada sisi kanannya.

pen tool: pemakaian pen tool hampir serupa dengan pemakaian bezier tool.

polyline tool: pemakaian polyline tool hampir sama dengan freehand tool.

3 point curve tool: alat ini digunakan untuk membentuk garis melingkar dengan mudah dan cepat.

connector tool: alat ini digunakan untuk menghubungkan beberapa objek gambar. Misalnya, membentuk garis penghubung alur diagram.

dimension tool: alat ini digunakan untuk membentuk garis dimensi vertikal, horizontal, diagonal, dan sebagainya.

Objek Gambar

rectangle tool: alat ini dapat digunakan untuk membentuk objek persegi panjang atau persegi.

ellipse tool: alat ini digunakan untuk membentuk objek lingkaran/elips.

object tool: alat ini dapat mempermudah/mempercepat proses pembentukan objek poligon, bintang, DLL.

perfect shape tool: alat ini digunakan untuk membentuk berbagai objek gambar spesifik secara mudah dan cepat. Misalnya, objek jajar genjang, dan lain sebagainya.

table tool: alat ini dapat digunakan untuk membuat tabel dalam format persegi atau persegi panjang. Tabel ini tidak hanya dapat dimasukkan tulisan/teks, tetapi dapat juga dimasukkan gambar ke dalamnya. Alat ini bisa digunakan untuk membuat kartu pos, brosur, dan lain-lain.

Smart Drawing

Menggambar pintar adalah aplikasi baru yang ada pada CorelDRAW X4. Smart drawing tool yang ada pada smart tool dapat digunakan untuk membentuk objek gambar dari sketsanya.

Objek Teks

Objek teks merupakan unsur yang paling sering digunakan pada rancangan grafis. Ada yang membuatnya sebagai logo, teks artistik, bahkan mengubah objek teks menjadi objek gambar.

Objek teks dapat dibuat melalui text tool yang terdapat pada toolbox. Setelah itu, objek teks dapat diproses melalui pick tools. Objek teks dapat diproses sehingga membentuk bayangan, menjadi format 3D, dan lain-lain.

Objek 2D Menjadi 3D

CorelDRAW X4 memiliki fasilitas untuk mengubah objek taks/gambar 2D menjadi 3D. Fasilitas yang dapat digunakan untuk membentuk objek 2D menjadi 3D adalah sebagai berikut:

extrude: pada fasilitas toolbox terdapat interactive extrude tool di dalam interactive effects tool. Setelah diaktifkan, format 3D dapat diatur melalui bagian presets yang ada pada fasilitas property bar.

bevel: bevel merupakan subalat untuk membentuk sudut dari suatu objek gambar/teks. Bevel akan muncul dalam property bar setelah mengaktifkan interactive extrude tool.

contour: fasilitas contour di dalam CorelDRAW X4 disediakan untuk membuat salinan dari suatu objek gambar/teks ke bagian dalam/luarnya. Contour dapat digunakan untuk menimbulkan efek 3D dari suatu objek gambar/teks dengan cara mengubah warna sisinya.

gradasi warna: gradasi warna dapat dibentuk menggunakan fill tool, interactive fill tool, atau mesh fill.

efek bayangan: CorelDRAW menyediakan interactive drop shadow yang merupakan subalat dari interactive effects tool untuk membuat efek bayangan dari objek gambar/teks.

Warna

Pilihan warna terdapat dalam kotak warna. Namun, ada beberapa cara untuk memberi warna pada objek gambar/teks, yaitu sebagai berikut:
fill & outline: pada fasilitas toolbox, sistem menyediakan fill tool untuk mengatur isi objek gambar/teks. Sedangkan untuk mengatur garis pembentuknya, sistem menyediakan outline tool.
eyedropper & paintbucket tool: eyedropper tool digunakan untuk mengambil spesifikasi warna atau atribut (properti, transformasi, dan efek) suatu objek gambar/teks. Setelah itu, gunakan paintbucket tool untuk menyalin data tersebut pada objek gambar/teks lainnya.
smart fill: smart fill tool dapat mengisi warna pada sembarang bidang tertutup. Misalnya pada perpotongan suatu objek tertentu.

Objek Artistik

Objek artistik dapat berupa teks atau gambar. Dengan menggunakan alat tertentu, suatu objek teks/gambar dapat terlihat berbeda dari biasa. Objek artistik terdiri dari:

garis artistik (Objek Teks): teks yang artistik dapat dibuat melalui artistic media tool yang ada pada toolbox. Teks apapun dapat dibuat karena penggunaannya seperti menggambar atau menulis dengan bolpoin.

garis artistik (objek gambar): gambar artistik yang dihasilkan melalui artistic media tool adalah seperti sketsa gambar. Penggunaannya sama dengan membuat garis artistik untuk objek teks.

efek distorsi: CorelDRAW menyediakan interactive distort tool di dalam interactive effects tool. Efek distorsi dapat diaplikasikan untuk objek gambar/teks sehingga dapat terlihat lebih artistik.

smudge brush (objek baru): melalui smudge brush tool, suatu sisi objek gambar dapat ditarik sehingga akan membentuk gambar yang baru sesuai dengan keinginan. Subalat ini dapat diakses melalui shape edit tool.