Atribut Sang Jendral

Ternyata, sepeninggal Jendral Soedirman, beliau masih meninggalkan benda-benda bersejarah yang dewasa ini terpampang di dinding-dinding Museum, penasaran?

TIK dan Trend IT? Sama saja, tuh....

Orang-orang bilang belajar TIK itu gak penting, karena susah! Eitts, siapa bilang? Yuk simak 'saweran' Filza tentang TIK!

Kata Rifi: SMA itu Seru Banget!

Rifi membungkus cerita SMA-nya dengan bungkusan warna-warni, penasaran bagaimana kisah SMA dia? Baca lebih lanjut

Belajar Singkat Bahasa Jepang, yuk!

Nashir ingin membagi-bagi ilmu 'Ke-Jepangannya' dengan caranya sendiri. Hemm, memangnya benar belajar bahasa Jepang itu tidak sulit?

Simak Review Museum Polisi!

Salah satu penyawer, Adipa Rizky, mengadakan kunjungan museum Polri di Blok M. Penasaran bagaimana kisah singkat 60 menit yang dialaminya?

Tampilkan postingan dengan label Shafira Andriani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shafira Andriani. Tampilkan semua postingan

2 Tahun Perjalanan Di Labsky

Sabtu, 11 Juli 2009 merupakan hari pertama saya mengenakan seragam putih abu-abu. Saat itu tepat pukul 07.00 saya sudah berada di SMA Labschool Kebayoran, sekolah yang akan menjadi tempat saya menimba ilmu selama tiga tahun ke depan. Hari itu saya datang untuk mengikuti kegiatan Pra Masa Orientasi Siswa atau Pra MOS. Ketika Pra MOS inilah saya bertemu dengan wajah-wajah baru yang akan saya temui setiap hari selama 3 tahun ke depan. Dalam Pra MOS ini, kami dijelaskan teknis kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung selamas MOS yang akan dimulai hari Seninnya. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok besar. Saat itu saya tergabung dalam kelompok terakhir. Bersama kelompok inilah saya akan mengikuti MOS selama 3 hari. Selain itu, kami juga diberikan contoh name tag yang harus kami buat sebagai name tag MOS. Saya sangat terkejut ketika pertama kali melihat desain name tag tersebut. Desainnya sangat rumit dan detail. Saya berpikir bagaimana caranya agar saya dapat menyelesaikan name tag serumit ini sedangkan saya hanya mempunyai waktu 2 hari untuk menyelesaikannya. Akhirnya saya dapat menyelesaikan name tag tersebut dengan bantuan ibu saya.

Kegiatan MOS dimulai pada tanggal 13 Juli 2009. Itulah hari pertama saya resmi menjadi “anak SMA”. Rasa senang sekaligus takut bercampur aduk menjadi satu. Senang karena akhirnya saya sampai juga pada masa yang katanya orang-orang “masa-masa paling indah”. Takut karena saya belum beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Kegiatan MOS mengharuskan saya untuk datang pukul 05.00 karena pada pukul 05.30 kami akan lari pagi. Karena rumah yang jauh dari sekolah, setiap hari saya harus berangkat dari rumah pada pukul 04.00. Kegiatan MOS sangat melelahkan, apalagi baru selesai pada pukul 15.00. 

Dalam kegiatan MOS, kami banyak diperkenalkan budaya-budaya labschool. Untungnya, sebelumnya saya bersekolah di SMP Labschool Cinere jadi saya tidak perlu banyak beradaptasi dengan budaya-budaya labschool karena sebelumnya sudah diperkenalkan ketika SMP. Hal yang paling saya ingat dalam MOS adalah kegiatan PBB. Ketika itu kami dijemur oleh kakak-kakak OSIS di lapangan dan dites PBB. Saat itu saya sangat takut jika saya melakukan kesalahan ketika PBB. Selain itu, makanan ketika MOS juga hal yang paling saya ingat. Kakak-kakak OSIS tidak begitu saja memberitahu makanan apa saja yang harus kami bawa. Mereka memberikan clue khusus untuk kami, jadi kami harus mencari tahu sendiri. Pada hari terakhir MOS, pembagian kelas X diumumkan. Saya sangat deg-degan menunggu pengumuman tersebut karena penasaran siapa yang akan menjadi teman sekelas saya. Saya ternyata tergabung dalam kelas X-E dan saya sekelas dengan satu teman SMP saya.

Masa-masa awal kelas X terasa sangat berat. Saya harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Bukan hanya beradaptasi dengan teman-teman dan guru-guru saja tapi juga dengan pelajaran SMA. Pelajaran di SMA lebih banyak. Saya mendapat tambahan mata pelajaran Bahasa Jepang sebagai tambahan bahasa asing lain selain Bahasa Inggris. Selain itu, pelajaran seperti Geografi dan Sosiologi yang ketika SMP digabung sekarang juga dipisah. Jadi, kurang lebih terdapat 16 mata pelajaran di kelas X. Pelajaran yang sangat banyak dan gaya mengajar guru yang berbeda ketika di SMP membuat saya sulit mengikuti pelajaran dengan baik pada awalnya. Waktu yang dihabiskan untuk membahas 1 bab hingga selesai sangat cepat. Alhasil, nilai-nilai ulangan saya pun jeblok. Remed-remed pun menumpuk. Belum selesai remed pelajaran yang satu, remed pelajaran lain pun sudah menunggu. Belum lagi tugas-tugas yang begitu banyak. Saya baru sampai rumah malam dan langsung mengerjakan tugas atau belajar untuk ulangan keesokan harinya. Rasa-rasanya saya tidak dapat menikmati masa-masa saya sebagai murid kelas X. Yang saya rasakan hanya capai. Keadaan ini sempat membuat saya stress. Saya memutuskan untuk les privat untuk membantu pelajaran saya di sekolah. Setelah saya les privat, pelajaran di sekolah sedikit terbantu. Saya mulai mengerti pelajaran di sekolah, meskipun beberapa pelajaran ada yang tetap remedial. Pengalaman ini justru yang membuat kelas saya, X-E semakin kompak. Dalam satu ulangan, bisa setengah kelas yang remedial. Masa-masa sulit dan melelahkan ini kami lalui bersama. Kami saling menyemangati satu sama lain.

Selain itu, di kelas X juga terdapat berbagai kegiatan wajib yang harus kami ikuti. Kegiatan tersebut adalah Pesantren Ramadhan (PILAR), Trip Observasi, dan Bintama.

Selama Pesantren Ramadhan, kami menginap selama 3 hari 2 malam di sekolah. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Kami dibimbing langsung oleh kakak-kakak yang didatangkan langsung dari Pesantren Darut Tauhid, Bandung. Kami diberikan siraman rohani tetapi dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Aa Gym juga sempat datang mengunjungi kami dan memberikan sedikit ceramah. Selain itu, terdapat juga kegiatan Outbound. Meskipun outbound sangat melelahkan karena kami dalam kondisi sedang berpuasa, tapi tetap menyenangkan.

Setelah Pesantren Ramadhan, kegiatan wajib berikutnya yaitu Trip Observasi. Trip Observasi merupakan kegiatan besar yang sangat ditunggu-tunggu. Trip Observasi merupakan kegiatan dimana kami melakukan penelitian di sebuah kampung selama 5 hari 4 malam. Selama melakukan penelitian, kami menginap di rumah penduduk. Selain melakukan penelitian, terdapat berbagai kegiatan lainnya seperti pentas seni, PKD, lintas budaya, dan penjelajahan. Trip Observasi angkatan kami berlokasi di Desa Pasir Muncang, Purwakarta. Sama seperti Pesantren Ramadhan, ketika Trip Observasi kami juga dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 7-9 orang. Pemilihan kelompok dilakukan secara acak sehingga memungkinkan kita untuk sekelompok dengan anak kelas lainnya. Tiap kelompok didampingi oleh 2 kakak PDP dan 1 orang guru. Saya tergabung dalam kelompok Melinting dengan ketua kelompok Reyhan. Selain itu juga terdapat Ais, Adi, Firda, Chya, Lala, dan Naya. Kami didampingu oleh Kak Fira dan Kak Rayi serta Pak Herman.

Sebelum Trip Observasi, kami terlebih dahulu harus mengikuti kegiatan Pra TO. Pada Pra TO ini kami diperkenalkan dengan kegiatan-kegiatan yang akan kami lalui selama TO. Pra TO ini seperti simulasi TO. Pra TO berlangsung selama 3 hari. Pada hari pertama dipakai untuk mengecat tongkat dan membuat nametag. Motif tongkat dan nametag sangat rumit tapi berkat kerjasama kelompok kami dapat menyelesaikannya. Pada hari kedua dan ketiga kami lari pagi dan rutenya pun berbeda seperti lari pagi Jumat. Rute lari pra TO sampai arteri Pondok Indah dan Melawai. Pra TO sangat melelahkan. Pada Pra TO ini merupakan momen yang bersejarah bagi angkatan kami karena pada hari ketiga Pra TO terpilihlah 3 ketua angkatan kami, yaitu Nabel, Danto, dan Olaf. Selain itu kami juga mendapat nama angkatan yaitu “Nawa Drastha Sandyadira” yang mempunyai arti “angkatan 9 yang bermahkotakan persatuan yang kokoh”. Kami juga mendapatkan yel-yel angkatan.

Kegiatan wajib lainnya yaitu Bintama. Bintama merupakan singkatan dari Bina Mental Kepemimpinan Siswa. Kegiatan Bintama berlangsung di Markas Besar Kopassus di Serang, Banten. Selama 6 hari 5 malam kami digembleng oleh para Kopassus. Kami dilatih dan dididik sesuai dengan cara militer. Push up, merayap, jalan jongkok merupakan makanan sehari-hari kami selama Bintama. Tetapi dibalik itu kami juga mendapatkan pengalaman yang berharga karena tidak semua orang mempunya kesempatan untuk dilatih oleh Kopassus. Semua ini bertujuan agar kami dapat disiplin dalam segala hal yang kami lakukan. Bintama awalnya terasa lama dan sangat mengerikan. Tersimpan rasa jengkel pada para pelatih yang hampir selalu membentak kami, tetapi kemudian muncul rasa sedih ketika kami hendak pulang. Begitu banyak pengalaman yang telah kami lalui bersama para pelatih selama 6 hari 5 malam telah mengubah pandangan kami terhadap mereka.

Selain tiga kegiatan wajib tersebut, terdapat pula kegiatan lainnya yang kebanyakan merupakan kegiatan OSIS seperti Sky Battle, Sky League, Sky Lite, Sky Avenue, Hunting On The Trip, Jakarta In Global, dan lain-lain. Saya juga mengikuti kegiatan Lapinsi atau Latihan Kepemimpinan Siswa. Lapinsi merupakan kegiatan yang wajib diikuti bagi mereka yang ingin menjadi anggota OSIS atau MPK. Dalam Lapinsi ini kami diajarkan dasar-dasar mengenai organisasi.

Selanjutnya setelah Lapinsi, saya mengikuti kegiatan TPO yaitu Tes Potensi Organisasi. TPO merupakan tahap lanjutan dari Lapinsi. Bagi mereka yang ingin menjadi anggota OSIS, maka setelah Lapinsi wajib mengikuti TPO. TPO terdiri dari 3 tes, yaitu tes fisik, tes agama, dan tes makalah.
Pembagian rapot kenaikan kelas adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Rasa penasaran dan cemas campur aduk menjadi satu. Alhamdulillah nilai saya mencukupi untuk masuk ke dalam kelas IPA. Kabar menyenangkan ini melengkapi kabar baik yang sudah terlebih dahulu datang yaitu saya juga lulus TPO dan menjadi calon pengurus OSIS untuk tahun kepengurusan berikutnya.

Juli 2010. Saya sudah berada di kelas XI IPA. Sekarang saya berada di kelas XI IPA 1. Masa-masa kelas XI merupakan masa yang paling saya tunggu karena katanya kelas XI merupakan masa yang paling menyenangkan di SMA. Saya pun optimis dengan pendapat orang-orang tersebut. Kelas XI ini akan dipenuhi dengan berbagai macam kegiatan dimana angkatan kami yang akan berada dibalik kegiatan-kegiatan tersebut. Serentetan kegiatan OSIS yang dibantu oleh seluruh angkatan seperti SkyBattle dan SkyAvenue akan segera kembali dilaksanakan.

Berbeda dengan kelas X, di kelas XI ini, tidak lagi 16 mata pelajaran yang saya pelajari. Saat ini saya dapat focus pada 4 pelajaran jurusan, yaitu matematika, biologi, fisika, dan kimia. Ketika awal masuk kelas IPA, saya agak mumet dan bosan dengan pelajarannya. Setiap hari bertemu rumus dan pelajarannya pun juga semakin sulit.

Masa awal kelas XI sangat melelahkan. Dimulai dari membantu kakak-kakak OSIS menyukseskan MOS, latihan Lalinju, tes seksi OSIS, sampai tugas ulangan yang menumpuk.
Latihan Lalinju dilakukan tiga kali seminggu. Latihan ini dilakukan agar kami kuat mengikuti Lalinju. Kami harus berada di sekolah pukul 05.30. Setelah itu kami berlari secara konstan dengan rute yang cukup jauh, tidak sama dengan rute lari Jumat biasa. Kami lari sampai ke Arteri Pondok Indah dan Melawai.

Tes seksi juga tidak kalah melelahkan. Saat itu saya mengikuti tes seksi Bendahara dan Publikasi & Dokumentasi. Saya harus mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk tes tersebut. Seperti membuat proposal dan poster. Sayangnya, saya tidak terpilih menjadi seksi Bendahara ataupun Publikasi & Dokumentasi. Akhirnya saya mengikuti tes ketiga yaitu tes seksi Edukasi dan terpilih menjadi calon anggota seksi Edukasi berikutnya.

9 Agustus 2010. Hari itu merupakan hari yang bersejarah. Hari itu merupakan hari pelaksanaan Lari Lintas Juang atau Lalinju. Lalinju merupakan salah satu rangkaian kegiatan pelantikan OSIS dan MPK periode berikutnya serta penurunan jabatan OSIS dan MPK periode sebelumnya. Lalinju dilakukan sejauh 17 km dari Taman Makam Pahlawan sampai SMA Labschool Kebayoran. Lalinju biasanya dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus, tetapi berhubung tanggal 17 Agustus 2010 jatuh ketika bulan puasa maka kegiatan lalinju pun dimajukan. Hari itu saya resmi dikukuhkan menjadi calon pengurus OSIS periode 2010-2011 dan pelantikan selanjutnya akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2010. Pada 17 Agustus 2010, bertempat di Hall Basket, seluruh calon pengurus OSIS resmi dilantik menjadi pengurus OSIS periode 2010-2011.
Pada awal semester 2, seluruh kelas XI melaksanakan studi lapangan ke Jogja. Kami berada disana selama 3 hari 2 malam. Kami menginap di Grand Quality Hotel. Selama di sana kami melakukan kunjungan ke berbagai tempat. Bagi kelas IPA, kami mengunjungi PT Sritex, PT Air Mancur dan AAU. Selain itu kami juga diberikan waktu bebas di Malioboro. Pada malam kedua kami menyaksikan sendratari Ramayana di Candi Prambanan. Meskipun singkat, perjalanan ini sangat mengasyikkan.

Selanjutnya seminggu setelah studi lapangan, satu proyek kerja besar sudah menunggu, yakni SkyBattle 2011! SkyBattle merupakan kompetisi olahraga dan seni antar SMA se-Jabodetabek. SkyBattle dengan tema Gladiator ini berlangsung selama satu minggu. Alhamdulillah SkyBattle 2011 berlangsung dengan sukses dan memuaskan.

Pada bulan Mei 2011, tepatnya tanggal 13-15 Mei diadakan Jakarta In Global atau JIG. Kegiatan ini merupakan program kerja terbesar Seksi Edukasi. JIG merupakan sebuah kompetisi berbahasa Inggris yang terdiri dari debate, speech contest, dan spelling bee. Pelaksanaan JIG saat itu bertepatan juga dengan SkyNation yang merupakan program kerja Seksi Bela Negara. Alhamdulillah, kedua program kerja tersebut berjalan dengan lancar.

Bulan Juni merupakan bulan yang membahagiakan bagi Nawa Drastha Sandyadira. Meskipun sempat terdengar kabar bahwa angkatan kami ada yang veter, tapi alhamdulillah kabar tersebut ternyata tidak benar dan kami pun naik ke kelas XII 100%. Saya juga senang karena nilai saya mengalami peningkatan dari semester sebelumnya. Saya berharap angkatan Nawa Drastha Sandyadira dapat lebih sukses di kelas XII. Semoga kami semua lulus UN 100% dan dapat masuk ke universitas yang diinginkan. Amin :)

Ashmolean Museum; The World's First University Museum


Last September, I went to United Kingdom on a special occasion for a competition that held by EF. I was one of the representative from my school, SMA Labschool Kebayoran. I went there with my 10 other friends and a teacher. In United Kingdom, we stayed in Oxford for 2 weeks, during our long school break, which was from 4th to 18th September.
The University of Oxford might be the first thing that pop out from your mind when you hear the word “Oxford”. The city of Oxford is the county town of Oxfordshire, England. Oxford is a small city with population just under 165,000. Oxford is well known as the “city of dreaming spires”, reference to the harmonious architechture of Oxford University’s buldings.
The University of Oxford is the second oldest surviving university in the world and the oldest in the English-speaking world. The University of Oxford has a lot of colleges, libraries, and also museums which spread around Oxford that become the tourist attractions.
Eventhough I was there for a competition, I did some sightseeing around Oxford and got the chance to visit some museums. The tour leader took us to the famous Ashmolean Museum and Museum of the History of Science. Here, I’d like to share my museum visit experience.

On the 5th day of the trip, I visited Ashmolean Museum. Ashmolean Museum is known as the world’s first university museum. It’s located on Beaumont Street, only ten-minute walk from the City Centre.
Basically, I’m not that type of person who enjoys going to museum. I find it boring sometimes, but my mindset suddenly changed when I saw Ashmolean Museum for the first time. It is a really huge museum which designed with Victorian classical style architecture. Ashmolean Museum has five floors with a restaurant and a large gift shop on it. I’m amazed by how it’s designed and how huge it is, even the entrance already caught my attention. I could feel that horror feeling when I first went in to the museum. But I felt a different atmosphere, that desire to explore this museum.
The Ashmolean Museum was first opened in the 17th century, on 24th May 1683 to be exact. The first building, which became known as the Old Ashmolean, is sometimes attributed to Sir Christopher Wren or Thomas Wood. After the various specimens had been moved into new museums, the "Old Ashmolean" building on Broad Street was used as office space for the Oxford English Dictionary staff. Since 1924, the building has been established as the Museum of the History of Science. The present building dates from 1845. It was designed by Charles Cockerell. The main museum contains huge collections of archaeology specimens and fine art. The museum is named after Elias Ashmole, an aficionado of antiquities who studied at the University of Oxford while posted to the military.
The Ashmolean Museum has now been transformed to the double gallery space, and so has the interior. The interior has now been modernized. It was Rick Mather who was behind this renovation. The renovation began in 2006 and finished in 2009. The Ashmolean Museum now has 39 galleries. These are some of the collections that I’d like to show you:

·      Priest-King

The relief figure of the ‘Priest-King’ (1700-1450 BC) is one of the most recognizable of the Knossos frescoes. The fragments were found in 1901 to the south of the Central Court of the Palace at Knossos. Arthur Evans originally thought that they belonged to three male figures, perhaps part of an elaborate procession.
The subsequent reconstruction of a single figure was conceived gradually in Evan’s mind, in step with the development of his ideas about Minoan religion and kingship. Evans thought that the’Priest-King’ was the ruler of Knossos and adopted son on earth of the Minoan Goddess. Most scholars now argue against Evans’s reconstruction and interpretation of the figure.

·      Grave monument of Archippus


Greek grave monuments often resembled small bulidings with columns supporting a triangular pediment above. Here, we see the deceased Archippus accompanied by two servants, their status indicated by their small size. In the background can be seen a vase, probably silver. Probably from Smyrna, third to second century BC.

·      Plater cast of upper part of a marble relief


King Antiochius I of Commagene clasps the right hand of Hercules.
Cast by Hamdi-Bey, Carl Humann, and Otto Puchstein in 1883 from the original at Nemrud Dagi, sout-east Turkey.
This is one of a series of sculptures celebrating the god-like status of Antiochus at his tomb on Nemrud Dagi. Elaborately dressed in Persian clothes, tiara and diadem, the king proclaims himself a friend to the Greeks and Romans in the text on the back of the original sculpture.

·      Vishnu

Mathura, AD 300-400, Sandstone. In this early Gupta style image, Vishnu is represented as a four-armed, princely figure wearing a crown, garland and jewellery.

·      Head of Shiva

Mathura, AD 400-425. Sandstone. This powerful head of shiva, with ascetic’s locks and the third eye of yogic insight, may hve belonged to a full-length image or else to a mukhalinga, the primordial phallic form of Shivsa in which the face of the god projects from its side.

·      Bronze portrait of Augustus. From Meroe in Nubia (Sudan), 30-2- BC


The well-preserved head was found deliberately buried beneath the entrance of a local temple in Meroe. It had probably been torn from a statue somewhere in upper Egypt during Nubian raids into the Roman province in 25-20 BC. The bronze follows the main authorized portrait image of Augustus (Prima Porta type), known in some 150 versions.

·      Tragic Masks

Pair of tragic masks, first century BC to first century AD. A tragic king and a tragic heroine; said to have come ‘form a theatre’. A Roman period rendition in marble of the kind of wooden masks that were worn by actors in classical Greece. A fragment of Apulian pottery of the fourth century BC in the Martin-von-Wagner Museum in Wurzburg shos such an actor holding a tragic mask.

·      John Horne Tooke (1736-1812)
       Sir Francis Chantrey, plaster cast 1810



Tooke was a friend and supporter of Chantrey in his early years in London, and this bust is informal and personal. He was identified with a number of radical causes, calling for a political reform, and was tried for treason and acquitted in 1794.

·      Anne Lucy, Baroness Nugent (1790-1848)
Sir Francis Chantrey, plaster cast, 1830


The unusual termination of the burst us inspired by a Roman bust in the British Museum of Clytie. A nymoh who had fallen in love with the god Helios and was turned in to a sunflowe, Chantrey was a frequent visitor to the British Museum throughout his carrier, studying the collections of classical sculpture.

·      Nike of Pionios, form Olympia, c. 425-421 BC


The winged goddess Nike (Victoria) is flying in to land on top of a tall triangular pillar. At the ame time an eagle passes beneath her feet. The figure was made of Parian marble, by the sculptor Paionios of Mende. It was found fallen from its base in front of the temple of zeus, where the traveler Pausanias had seen it in the mid-second century AD. The speed of her descent presses the thin dress of Victory against her body, This was a favorite motif among Greek sculptors in the late fifth Century BC. The triangular pillar was 8.80 m tall and carried the following inscription:
      The Messenians and Naupaktians dedicated as a tithe from Mtheir wars to Olympian Zeus. Paionois of Mende made it, Paionios also won the competition to make the akroteria for the temple.




TUGAS-2: KN; Hubungan Internasional, Perjanjian Internasional, Hukum Internasional, & Sengketa Internasional

Kewarganegaraan Itu Mengasyikkan!


HUBUNGAN INTERNASIONAL

·      Pengertian Hubungan Internasional:
Hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan suatu Negara untuk mencapai kepentingan nasional.

·      Asas Hubungan Internasional:
a)    Teritorial              -> kepuasan Negara atas wilayahnya
b)    Kebangsaan              -> kekuasaan Negara atas warga negaranya
c)    Kepentingan Umum -> memberikan toleransi bagi peristiwa yang bersifat universal

·      Faktor yang menentukan kualitas hubungan internasional:
a)    Letak geografis
b)    Jumlah penduduk
c)    Sumber daya manusia
d)    Sumber daya alam

·      Unsur-Unsur Hubungan Internasional:
a)    Sifat dan berlakunya/pelaksanaan system kenegaraan
b)    Faktor-faktor yang memepengaruhi dan menentukan kekuatan suatu Negara
c)    Posisi internasional dan politik luar negeri di Negara besar
d)    Sejarah hubungan internasional yang lampau

·      Unsur-unsur dalam hubungan diplomatic:
o   Struktur pejabat diplomatic
o   Pertukaran pejabat diplomasi
o   Pertukaran misi diplomasi
o   Hak dan kekebalan pejabat diplomasi

·      Perwakilan Diplomatik adalah wakil resmi dari suatu Negara medeka sehingga mempunyai posisi khusus

·      Tugas Umum perwakilan diplomatic:
a)    Mewakili Negara RI secara keseluruhan di Negara penerima/organisasi internasional
b)    Melindungi kepentingan nasional dan warga Negara RI di Negara penerima
c)    Melaksanakan pengamatan, penilaian, dan pelaporan
d)    Menyelenggarakan urusan pengamatan, penerangan, konsuler, protocol, komunikasi, dan persandian
e)    Melaksanakan urusan tata usaha, kepegawaian, keuangan, pertangkapan, dan urusan rumah tangga perwakilan diplomatic

·      Perangkat perwakilan diplomatic terdiri atas PD dalam arti politik dan non-politik
·      Perangkat perwakilan diplomatic dalam arti politis terdiri atas:
a)    Duta besar berkuasa penuh (Ambassador)
b)    Duta (Gerzant)
c)    Menteri Presiden
d)    Kuasa Usaha (Kuasa usaha tetap & kuasa usaha sementara)
e)    Atase (Atase pertahanan & atase teknis)

·      Perangkat Perwakilan diplomatic non-politis terdiri atas:
a)    Konsulat Jendral
b)    Konsul
c)    Agen Konsul
·      Anggota korps diplomatic mempunyai hak istimewa dan kekebalan
·      Berakhirnya korps diplomatic disebabkan oleh:
a)    Meninggal dunia
b)    Ada tugas khusus
c)    Berakhirnya surat kepercayaan
d)    Kenaikan pangkat
e)    Revolusi
·      Hak ekstrateritorial para anggota korps dipomatik yang menyangkut diri dan staffnya berupa:
a)    Hak atas bangunan
b)    Hak atas symbol-simbol Negara
c)    Hak bebas penyensoran atas dokumen Negara
·      2 kategori perwakilan diplomatic:
a)     Misi Khusus
b)    Perwakilan Tetap

PERJANJIAN INTERNASIONAL
·      Pengertian Perjanjian Internasional:
a.      Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH, LLM
Perjanjian internasional adalah perjanjian antarbangsa yang bertujuan untuk menciptakan akibat-akibat hukum tertentu.
b.      Konvensi Wina Tahun 1969 dan konvensi Wina 1986
Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih subjek hukum internasional yang bertujuan untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu.

§  Istilah-istilah Perjanjian Internasional:
a.      Traktat (treaty)
Yaitu suatu perjanjian antara dua negara atau lebih untuk mencapai hubungan hukum mengenai objek hukum (kepentingan) yang sama. Dalam hal ini, masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang mengikat dan mutlak serta harus diratifikasi.
b.      Persetujuan (agreement)
Yaitu suatu perjanjian/ persetujuan antara dua negara atau lebih yang mempunyai akibat hukum seperti dalam traktat. Namun agreement lebih bersifat teknis atau administrative, dan tidak mutlak harus diratifikasi.
c.       Konvensi (convention)
Yaitu suatu perjanjian yang bersifat multilateral. Ketentuan-ketentuannya berlaku bagi masyarakat internasional secara keseluruhan (law making treaty)..
d.      Protocol (protocol)
Yaitu suatu perjanjian yang kurang resmi dibandingkan traktat atau konvensi dan pada umumnya tidak dibuat oleh kepala negara. Protokol hanya mengatur masalah-masalah tambahan, seperti penafsiran klausul-klausul atau persyaratan perjanjian tertentu.
e.       Piagam (statute)
Yaitu himpunan peraturan yang ditetapkan sebagai persetujuan internasional, baik mengenai lapangan-lapangan kerja internasional maupun mengenai lapangan-lapangan kerja internasioanl maupun mengenai anggaran dasar suatu lembaga.
f.        Charter
·      Yaitu suatu piagam yang digunakan untuk membentuk badan tertentu.

·      Tahap-Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional:
1.             Negotiation (perundingan)
2.             Signature (penandatanganan)
3.             Ratification (Pengesahan). Pengesahan dalam prakteknya terbagi dalam 3 bagian, yaitu :
                Pengesahan oleh badan eksekutif
                pengesahan oleh badan legislative
                pengesahanoleh badan eksekutif dan legislatif.

·      Persyaratan Perjanjian Internasional:
Unsur-unsur pentingdalam persyaratanperjanjian internasional adalah :
1.    harus dinyatakan secara resmi
2.    Bermaksud untuk membatasi, meniadakan atau mengubah akibat hukum dari ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian tersebut.
Berkaitan dengan persyaratan perjanjian internasional tersebut, terdapat 2 teori yang berkembang :
                Unanimity Principle (teori kebulatan suara), yaitu persyaratan yang diajukan hanya berlaku bagi negara yang mengajukan apabila diterima oleh negara peserta lainnya.
Teori Pan Amerika, yaitu bahwa perjanjian itu mengikat negara yang mengajukan persyaratan dengan negara yang menerima.

·      Berlakunya perjanjian internasional:
1.    sejak tanggal yang ditentukan dalam piagam perjanjian, atau menurut yang disetujui oleh peserta perjanjian
2.    jika tidak ditentukan maka perjanjian ulai berlaku sejak adanya pernyataan persetujuan
3.    jika persetuuan suatu negara untuk diikat oleh perjanjian timbul setelah perjanjian itu berlaku, maka perjanjian mulai berlaku bagi negara iotu pada tanggal tersebut, kecuali jika ditentukan lain.

·      Pelaksanaan Perjanjian Internasional:
Ketaatan terhadap perjanjian internasional dilakukan berdasarkan prinsip berikut :
                Pact sun Servanda, yaitu isi perjanjian merupakan hukum yang mengikat bagi peserta perjanjian, sehingga perjanjian tersebut harus ditaati.
                Kesadaran Hukum Nasional, yaitu isi perjanjian internasional dapat ditaati opelh suatu negara jika tidak bertentangan dengan hukum nasional atau ideologi  negara bersangkutan.


                Pembatalan Perjanjian Internasional:
Berdasarkan konvensi Wina Tahun 1969, perjanjian internasional dapat dibatalkan karena hal berikut :
1.             Negara atau wakil kuasa penuh melakukan pelanggaran terhadap hukum nasionalnya
2.             adanya unsur kesalahan (error) dalam pembuatan perjanjian internasional
3.             adanya unsur penipuan dari negara peserta yang satu kepada negara peserta lainnya
4.             terdapat penyalahgunaan atau kecurangan  melalui kelicikan atau penyuapan
5.             adanya unsur paksaan terhadap wakil suatu negara oleh wakil negara yang lain
6.             bertentangan dengan kaidah dasar hukum internasional

       Berakhirnya Perjanjian Internasional:
Muchtar Kusumaatmadja, menyatakan bahwa, perjanjian internasional berakhir karena hal berikut :
1.             telah tercapai tujuan
2.             berakhirnya masa berlaku
3.             salah satu pihak menghilang dan punahnya objek perjanjian
4.             adanya persetujuan peserta untuk mengakhiri perjanjian
5.             adanya perjanjian baru yang kemuadian membatalkan perjanjian terdahulu
6.             syarat-syarat perjanjian terpenuhi
7.             perjanjian secara sepihak diakhiri oleh suatu negara peserta dan disetujui oleh peserta perjanjian lain

Asas-asas perjanjian internasional:
·         Pacta Sunt Servada, yaitu asas yang menyatakan bahwa setiap perjanjian yang telah ada dibuat harus ditaati oleh pihak-pihak yang mengadakannya.
·         Egality Rights, yaitu asas yang menyatakan bahwa pihak yang saling mengadakan hubungan atau perjanjian internasional mempunyai kedudukan yang sama.
·         Reciprositas, yaitu asas yang menyatakan bahwa tindakan suatu negara terhadap negara lain dapat dibalas setimpal, baik tindakan yang bersifat negatif maupun positif.
·         Bonafides, yaitu asas yang menyatakan bahwa perjanjian yang dilakukan harus didasari oleh itikad baik dari kedua belah pihak agar dalam perjanjian tersebut tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
·         Courtesy, yaitu asas saling menghormati dan saling menjaga kehormatan negara.
·         Rebus sig Stantibus, yaitu asas yang dapat digunakan terhadap perubahan yang mendasar dalam keadaan yang bertalian dengan perjanjian itu.

HUKUM INTERNASIONAL

·      Sejarah Hukum Internasional:
a)    Ius Civile
b)    Ius Gentium
·      Pengertian Hukum Internasional secara umum:
Keseluruhan kaidah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas Negara yaitu anatar Negara dengan Negara/Negara dengan lembaga internasional
·      Asas Hukum Internasional:
a)    Asas Teritorial
b)    Asas Kebangsaan
c)    Asas Kepentingan Umum
·      Sumber Hukum Internasional:
a)    Material
§  Aliran Naturalis
§  Aliran Posivisme
b)    Formal
§  Perjanjian Internasional
§  Kebiasaan Internasional
§  Prinspi-prinsip Hukum Umum
§  Yurisprudensi
§  Doktrin
·      Traktat dapat dibedakan menjadi:
a)    Law Making Treaties (bersifat terbuka)
b)    Treaty Contract (bersifat tertutup)
·      Subjek Hukum Internasional:
a)    Negara
b)    Palang Merah Internasional
c)    PBB
d)    Individu
e)    Vatikan
f)      Pemberontak
·      Klasifikasi Hukum Internasional:
a)    Berdasarkan Isi
             Hukum Perdata Internasional
             Hukum Publik Internasional
b)    Berdasarkan Bentuk
             Hukum Tertulis
             Hukum Tidak Tertulis
c)    Menurut Prov. Van Apeldorn
             Hukum Damai
             Hukum Perang
d)    Menurut Schwarzenberger
             Hukum Internasional sebagai law of power
             Hukum Internasional sebagai law of reprocity
             Hukum Internasional sebagai law of coordination

·      Prinsip membentuk organisasi Internasional:
a)    Prinsip Global -> PBB
b)    Prinsip Regional -> ASEAN, UNI EROPA
c)    Prinsip Bidang Kerja yang ditangani -> UNICEF, IMF, UNESCO

SENGKETA INTERNASIONAL

§  Jenis Sengketa Internasional:
a)    Sengketa Politis
b)    Sengketa Batas Wilayah
§  Posisi suatu pulau
§  Teritorial
§  Klaim Pengakuan
§  SDA
§  Penyelesaian Sengketa Internasional:
o   Damai
§  Negosiasi
§  Mediasi
§  Inquiry
§  Konsiliasi
§  Arbitrasi
o   Kekerasan
§  Peperangan/Agresi Militer
§  Non-Perang
·      Embargo
·      Blokade
·      Isolasi