Atribut Sang Jendral

Ternyata, sepeninggal Jendral Soedirman, beliau masih meninggalkan benda-benda bersejarah yang dewasa ini terpampang di dinding-dinding Museum, penasaran?

TIK dan Trend IT? Sama saja, tuh....

Orang-orang bilang belajar TIK itu gak penting, karena susah! Eitts, siapa bilang? Yuk simak 'saweran' Filza tentang TIK!

Kata Rifi: SMA itu Seru Banget!

Rifi membungkus cerita SMA-nya dengan bungkusan warna-warni, penasaran bagaimana kisah SMA dia? Baca lebih lanjut

Belajar Singkat Bahasa Jepang, yuk!

Nashir ingin membagi-bagi ilmu 'Ke-Jepangannya' dengan caranya sendiri. Hemm, memangnya benar belajar bahasa Jepang itu tidak sulit?

Simak Review Museum Polisi!

Salah satu penyawer, Adipa Rizky, mengadakan kunjungan museum Polri di Blok M. Penasaran bagaimana kisah singkat 60 menit yang dialaminya?

Tampilkan postingan dengan label Autobiografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Autobiografi. Tampilkan semua postingan

Dua Tahun di Labsky yang Penuh Cerita

Tahun Pertama


Pada tahun 2009, merupakan tahun dimana saya memulai kehidupan baru sebagai anak SMA. Saya melanjutkan jenjang pendidikan saya  ke SMA Labschool Kebayoran. Suatu kebanggaan bisa keterima di SMA ini karena sekolah ini menggunakan sistem tes saringan masuk. Akhirnya saya keterima di SMA Labschool Kebayoran setelah susah payah belajar.

Hari sabtu, dua hari sebelum masa orientasi dimulai, seluruh siswa baru harus masuk sekolah untuk menerima pengarahan untuk masa orientasi . sebenarnya saya agak takut karena tidak ada teman SMP saya karena hanya saya yang keterima di SMA Labschool. Mau tidak mau saya harus tetap datang kesana. Sesampainya disana, saya diam saja karena tidak ada satupun yang saya kenal. Akhirnya saya juga berkenalan dengan teman lain yang sekelompok MOS. Senang juga akhirnya mendapat teman.
Masa orientasi Siswa di SMA Labschool Kebayoran berlangsung selama tiga hari yaitu hari senin, selasa, dan rabu. MOS SMA Labschool Kebayoran mewajibkan siswanya untuk membuat nametag yang telah ditentukan oleh osis. Saya yang tidak pernah membuat nametag di SMP saya kewalahan membuat nametag tersebut. Ayah saya juga ikut  membantu  membuat nametag tersebut. Nametag saya jadi dalam waktu dua hari. Selain membuat nametag, siswa diwajibkan membawa bekal yang namanya ditentukan osis dan rumit. Dengan kerjasama satu angkatan, kita semua bisa membawa makanan yang telah ditentukan. Selama MOS, setiap hari diwajibkan untuk lari pagi. Rutenya pun berbeda-beda ada yang paling dekat, sedag, kemundian yang paling jauh. Sedekat-dekatnya rute lari SMA Labschool, saya yang saat itu tidak terbiasa lari amat sangat merasa lelah. Saya selalu berlari paling akhir. MOS merupakan saat melelahkan bagi saya karena saya belum terbiasa dengan kegiatan seperti itu.

Saat MOS telah berakhir, kami benar-benar resmi menjadi siwa kelas  1 SMA Labschool Kebayoran. Kelas juga sudah diberitahu kepada seluruh siswa. Saya mendapat kelas XC dengan walikelas pak Suhartanto. Di kelas tersebut saya berkenalan dengan anak-anak lainnya. Kelas tersebut termasuk kelas yang asik karena selalu ramai dan tidak pernah sepi.

Saya sempat kaget dengan kegiatan belajar-mengajar di SMA ini karena meskipun standard nilainya lebih rendah dibandingkan dengan sekolah lain, tetapi  cukup sulit untuk mendapatkan nilai yang bagus, terutama pelajaran eksak. Nilai eksak saya jarang sekali diatas delapan puluh dan saya sering remedial untuk pelajaran-pelajaran tertentu. Tetapi, seiring berjalannya waktu saya sudah mulai terbiasa dan tidak kaget lagi dengan nilai yang kurang memuaskan.

Pesantren Ramdhan adalah kegiatan wajib pada saat bulan Ramdhan yang dilaukan selama 3 hari. Angkatan saya melakukan pesantren ramdhan disekolah dan dibimbing oleh beberapa osis dan daarut tauhid. Merupakan salah satu kegiatan yang seru salah satunya bisa mendengarkan materi dari Aa Gymnastiar, melakukan Outbond.

Pada bulan Oktober 2009, sekolah saya memiliki kegiatan yaitu Trip Observasi (TO). Sebelum melakukan trip observasi ke kampung Pasir Muncang di Purwakarta, ada PraTO. PraTO, merupakan kegiatan yang akan dilakukan di Pasir Muncang yang dilakukan di sekolah terlebih dahulu. Ada ketentuan-ketentuan khusus selama PraTO yaitu kami harus memakai atribut yang sangat sulit dicari dan memakai nametag yang susahnya 2 kali lipat lebih susah dari nametag MOS. Kami pun membuat tongkat yang akan digunakan selama TO. PraTO hanya dilaksanakan selama 3 hari, sedangkan TO dilaksanakan selama lima hari. Angkatan juga dibentuk pada saat PraTO dengan nama NAWADRASTHA SANDYADIRA.

Studi lapangan kelas X, kami pergi ke Bandung. Kami di bandung hanya 2 hari. Di bandung, kami pergi ke berbagai museum untuk memenuhi tugas. Di bandung, kami menginap di sebuah wisma. Saat pulang dari Bandung, kami sempat singgah di ciater untuk berwisata. Disana saya bermain kuda, berendam kaki di air panas, dan juga tak lupa membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga yang ada di rumah

Pada bulan Juni tahun 2010, sekolah memiliki kegiatan lain yaitu BINTAMA atau Bina Mental  Kepemimpinan Siswa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih mental dan kepemimpinan siswa yang akan dilatih dengan kopassus. Secara keseluruhan, acara ini bagus karena mempunyai tujuan yang baik meskipun berat untuk dijalani.

Pada bulan Juli 2010, saya bersama beberapa teman lain berangkat ke Eropa untuk melakukan misi budaya. Misi tersebut dilakukan anak-anak ekskul tari tradisional dan beberapa anak yang jadi pemusik. Sebelum berangkat ke Eropa, kami dilatih bersama pelatih selama4 bulan. Capek memang, tetapi sebanding dengan pengalaman yang didapatkan di isana. Kami di Eropa selama 23 hari. Cukup lama tetapi saya merasa cepat. Disana kami melakukan festival tari untuk memperkenalkan budaya tari Indondesia seperti yaitu saman, yapong, piring, giring-giring, salama, yapong, tor-tor. Kami pun mendapat sambutan meriah dari orang-orang yang berada disana. Mereka suka dengan tarian Indonesia.

Saat saya menerima rapot semester dua, saya naik kelas dan nilai saya cukup untuk masuk ke kelas ipa dan kelas ips. Saya memutuskan untuk masuk ke kelas ipa. Saya pun berada di kelas XI IPA 2 dengan wali kelas Pak Yusuf Efendi.

Tahun Kedua

Karena saya dan teman lain pergi ke Eropa, kami izin selama dua minggu. Itu artinya kami ketinggalan kegiatan belajar-mengajar selama dua minggu. Bukan waktu yang sebentar untuk izin. Ketika saya masuk sekolah, saya kaget karena kelas XI dan ipa ternyata lebih susah daripada kelas sepuluh. Meskipun pelajarannya lebih dikit dari kelas satu karena kelas dua sudah penjurusan dan mempelajari hanya yang sesuai jurusan, namun saya merasa lebih susah. Meskipun begitu, saya tetap harus berusaha menjalani kelas dua.

Saya  berada di kelas XII Ipa 2, kelas yang sangat seru dengan anak-anak yang luar  biasa. Kelas selalu penuh dengan celotehan dan keramaian anak-anaknya. Membuat kelas XI yang menurut saya susah untuk dijalani menjadi menyenangkan. Saya juga mulai mengenal banyak orang saat kelas XI karena ada sebagian besar anak tidak sekelas dengan saya saat kelas X. Suasana kelas XI pun beda sekali dengan kelas X karena  saya memasuki kelas Ipa

kelas XI merupakan saat-saaat yang santai karena tidak banyak kegiatan wajib seperti kelas X.  selain itu, ada beberapa anak yang menjadi osis. Tugas osis cukup berat karena mereka mempunyai progam kerja dan mereka juga harus membimbing kelas satu dalam kegiatan wajib. Saya tidak menjadi anggota osis sehingga kelas XI lebih santai dari mereka yang menjadi osis. Bayangkan, saat mereka harus ikut untuk Trip Observasi, kelas XI non osis dan XII diberikan libur oleh sekolah 5 hari.

Saat kelas XI, saya juga mendapatkan pelajaran baru yang tidak diajarkan saat kelas X yaitu pelajaran seni karawitan. Saya juga belum pernah bermain karawitan sebelumnya sehingga saya penasaran seperti apa belajar karawitan itu. Belajar karawitan ternyata tidak terlalu susah, asal kita mengerti dan bisa memainkannya. Seru belajar karawitan karena saya belum pernah bermain karawitan sebelumnya
                                                                                                                                                                                             
Pada bulan Januari 2011, kelas XI pergi studi lapangan ke Yogyakarta. Beda dengan kelas X, kami menginap selama 3 hari disini. Meskipun ada beberapa tugas yang diberikan disana, tetapi kami semua senang karena kami akan pergi ke yogya. Di yogya, kami pergi  ke berbagai tempat sesuai dengan kelas jurusan dan tugas yang diberikan. Setelah pergi ke beda tempat, nantinya akan pergi ke tempat yang sama.. Kami pun tidak lupa pergi ke malioboro untuk berbelanja oleh-oleh khas kota ini. Di yogya kami pun pergi ke UGM untuk diberi pengarahan jurusan kuliah. Untungnya, siswa boleh memilih fakultas yang akan diarahkan. Saya pun memilih fakultas ekonomi. Disana, saya diberi pengarahan tipe-tipe jurusan dari fakultas ekonomi. Pengarahan yang bagus yang bisa digunakan sebagai referensi masuk kuliah nanti

Saat kelas XI, kami juga ikut dan turut membantu osis dalam melaksanakan progam kerjanya. Ada beberapa program kerja yang dilakukan diantaranya skyleague, skybattle, skyavenue, dan program lainnya. Skyleague merupakan pertandingan futsal dengan sesame warga labschool. Kalau Skybattle merupakan suatu kegiatan dimana SMA Labschool Kebayoran mengundang sekolah lain untuk melangsungkan berbagai perlombaan. Skyavenue merupakan kegiatan pentas seni yang diadakan oleh anak-anak SMA Labschool Kebayoran. Acara-acara tersebut rutin dilakukan setiap tahun.

17 agustus merupakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di SMA Labschool Kebayoran, selian mengadakan upacara, ada juga lari lintas juang atau yang biasa disingkat lalinju. Lari yang dilakukan ditujukan untuk pergantian jabatan osis. Jarak tempuh lari yang dilakukan adalah 17 km. saat berlari, mereka yang akan dilantik diharuskan memegang tongkat TO. Kami yang tidak melaksanakan lalinju, harus mengikuti upacara yang diadakan di sekolah sambil menunggu anak-anak yang melakukan lalinju. Setibanya mereka di sekolah, mereka istirahat sebentar dan kemudian membentuk formasi angkatan yang akan dilantik di lapangan rumput. Setelah mereka membentuk formasi, mereka yang akan dilantik diberikan jas osis oleh orang tua mereka.  Kemudian mereka dilantik oleh osis yang menurunkan jabatan kepada mereka.

Saat sebelum naik kelas, saya merasa berat berpisah dengan kelas saya karena saya sudah merasa enak dengan kelas ini dan anak-anaknya menyenangkan. Pada hari terakhir sebelum libur kenaikan kelas, kami memutuskan untuk member kejutan untuk walikelas. Kami membelikan kue untuk walikelas. Saat walikelas kami masuk kekelas, kami memberikan kue tersebut padanya. Dia pun terkejut sekalgus haru. Saya senang mendapat kelas XI yang kompak dan menyenangkan seperti ini.

Sudah 2 tahun saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Banyak yang saya rasakan dari yang menyenangkan sampai ke yang tidak menyenangkan. Awalnya saya susah untuk beradaptasi di sekolah ini namun seiring berjalannya waktu saya bisa beradaptasi. Banyak kegiatan yang diadakan di sekolah ini meskipun melelahkan namun kegiatan yang ada di sekolah ini menyenangkan dan selalu di kenang. 

2 tahun saya bersama labsky

Nama saya Ethandra Farah Adzhani. Saya biasa dipanggil oleh orang sekeliling saya Farah atau Ethandra. Saya lahir pada tanggal 6 Desember 1994 di Lhokseumawe. Ayah saya bernama Agus Wijaya dan Ibu saya bernama Diana Rulianti. Saya memiliki 1 kakak laki-laki dan 1 adik perempuan. Kakak saya bernama Hilfi Amri dan adik saya bernama Tiandra Alyani.
Pada tahun 2009, saya lulus dari SMPI Al-Azhar BSD dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan SMA saya di SMA Labschool Kebayoran.
Kegiatan pertama yang saya awali di kelas 10 ini adalah MOS. MOS ini berlangsung dalam 3 hari dari tanggal 13 Juli hingga 15 Juli 2009. Persiapan dan pengarahan telah diberitahukan pada 2 hari sebelumnya oleh kakak-kakak OSIS, seperti name tag, pakaian hingga makanan yang harus dibawa pada hari senin nanti. Untuk name tag, saya mengalami kesulitan. Dari warna karton hingga kriteria foto, harus sesuai dengan apa yang diberitahukan oleh kakak-kakak OSIS. Ribet, iya. Susah, sebenarnya tidak terlalu. Saya tetap semangat dan berfikir positif bahwa MOS ini hanya untuk 3 hari saja. Dan juga untuk menambah pengalaman saya untuk berfikir kreatif.
Setiap hari diberitahukan makanan-makanan yang harus dibawa untuk keesokan harinya. Tapi, tidak secara langsung diberitahukan nama makanannya. Kita harus menebak apa makanan tersebut dari petunjuk yang diberikan oleh kakak OSIS. Misalkan “nasi tanpa belas kasihan” yaitu nasi mentega atau “bantal empuk tato hijau” yaitu bakpau rasa kacang hijau. Tidak lupa juga, lari pagi dan apel. Pertama kali lari pagi terasa sangat letih, tapi lama kelamaan tidak terlalu karena mulai terbiasa. Apel tidak hanya dilakukan pada pagi hari akan tetapi pada sore hari juga setelah menyelesaikan kegiatan. Selama MOS, banyak kegiatan-kegiatan yang saya lalui seperti dikenalkan lagu labsky, mendengarkan para pembicara di hall mesjid, membuat yel-yel bersama kelompok, latihan baris-berbaris dan mencari tanda tangan kakak-kakak OSIS dan guru di sekolah. Dan diakhiri dengan diadakannya pensi bagi semua kelompok, dan tampil di depan kakak-kakak kelas dan para guru. Itu merupakan akhir dari hari-hari MOS.
Berakhirnya hari MOS menjadi awal mula belajar pada keesokan harinya. Mencari kelas dan saya menemukan nama saya di daftar kelas XC. Wali kelas saya bernama Pak Suhartanto atau biasanya dipanggil pak Tanto. Ia adalah pengajar TIK yang akan mengajar pelajaran TIK pada kelas X. Di kelas, kami memilih siapa yang menjadi ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris serta bendahara.
2 hari setelah MOS, diadakan acara Expo ekskul yaitu acara yang memperkenalkan ekskul-ekskul yang ada di labsky. Ekskul-ekskulnya ada futsal, basket, badminton, skyblitz, modern dance atau dazzling dan masih banyak yang lain. Dan saya memutuskan untuk memilih ekskul skyblitz.
Dan mulailah hari-hari belajar saya sebagai murid kelas X. Bertemu dengan guru-guru baru yang akan mengajar saya. benar-benar lingkungan yang baru. Dan harus bisa beradaptasi.
Bulan ramadhan pun tiba, salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh anak kelas X adalah pesantren kilat. Pesantren kilat adalah kegiatan bagi siswa yang beragama Islam. Kegiatan itu dimulai pada hari Jumat pada tanggal 28 Agustus sampai 30 Agustus 2009. Beberapa hari sebelumnya telah di beri pengarahan untuk barang-barang apa saja yang harus dibawa nanti dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Di pertemuan tersebut, semua kelompok harus memutuskan untuk memilih seraong ketua kelompok. Dan saya terpilih menjadi ketua kelompok di kelompok saya.
Peslat tahun ini diadakan di lingkungan sekolah. Sehingga kami harus menyiapkan karpet atau selimut bahkan bantal untuk kami menginap di sekolah. Dan saya mendapat bagian membawa karpet. Jadinya saya bersama seorang teman saya menggotong karpet dari mobil hingga ruangan kelas sebagai kamar tidur kelompok saya.
Pesantren kilat tidak hanya belajar lebih dalam saja, akan tetapi ada games juga yang menggunakan fisik seperti outbound. Sehingga tidak membosankan. Outbound tersebut benar-benar mengerahkan tenaga hingga keringat memenuhi baju. Akan tetapi, saya tetap semangat melakukan outbound. Saat waktu isitrahat datang, ruangan kelas yang kelompok saya gunakan sangt dingin. Apalagi saya tidur tepat AC. Sehingga saya merasakan dingin yang bukan main.
Banyak kegiatan non akademik yang harus dialami di kelas X ini, akan tetapi saya tidak lupa dengan pembelajaran akademik. Banyak ulangan dan tugas yang harus dikerjakan juga dan ini membutuhkan pembagian waktu yang tepat.
Pada bulan Oktober tahun 2009, sekolah mengadakan kegiatan Trip Observasi (TO) yang wajib bagi murid-murid kelas X. Trip Observasi ini mengambil lokasi di Kampung Pasir Muncang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiara Pedes, Kabupaten Purwakarta-Jawa Barat. Trip observasi ini bertujuan untuk memperkembangkan kemampuan siswa di aspek intelegensi, emosional, sosial, spiritual, ketangguhan, dan ketahanan/kesehatan fisik. Sehingga kegiatan-kegiatan yang berlangsung disana antara lain penelitian, ibadah, bakti sosial, penjelajahan, pentas seni, olahraga, lintas budaya.  Akan tetapi, sebelum melaksanakan kegiatan Trip Oberservasi kita harus melalui kegiatan pra-Trip observasi (pra-TO) terlebih dahulu.
Pra-TO adalah kegiatan dimana kita mempersiapkan diri kita untuk melaksanakan TO. Di pra-TO dibagikan kelompok yang akan berlaku juga pada kegiatan TO nanti. Saya masuk ke dalam kelompok 8 Kendi. Di setiap kelompok ada penanggung jawab kegiatan, yaitu sebagai ketua, sekretaris, bendahara, penelitian, PKD, kerohanian, lintas budaya, pentas seni, dan penjelajahan. Saya mendapat bagian menjadi penanggung jawab dalam bidang kerohanian, sehingga saya akan mempersiapkan kultum untuk TO nanti. Penelitian, lintas budaya, dan pentas seni harus disiapkan di sekolah. Sehingga kelompok saya berkumpul di rumah teman saya untuk mengerjakannya. Hingga pada suatu hari saya pulang ke rumah sampai jam 23.30 karena membantu teman-teman saya mengurusin penelitian, lintas budaya, dan pentas seni. Lintas budaya kami bertema papua. Dan untuk pentas seni, akan disaring kelompok-kelompok mana yang akan ditampilkan pada TO nanti. Kelompok saya termasuk kelompok yang akan tampil dengan pentas seni yang bertema sailor moon.
Kegiatan-kegiatan lain yang terdapat di dalam pra-TO adalah (pastinya) pembuatan name tag, pembuatan tongkat, memasak, dan kegiatan sosial.
Dalam pembuatan name tag, seperti pada MOS dahulu harus sesuai dengan apa yang diberitahukan oleh kakak OSIS. Sketsa name tagnya benar-benar detail. Persiapa name tag ini dilakukan pada hari libur karena pada hari senin besoknya langsung dikumpulkan fotonya. Sehingga pada hari libur, saya pergi ke sekolah untuk membuat foto name tag. Foto dengan gaya yang aneh dan membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan. Selesai dari mengurusi foto name tag, saya pulang menggunakan bus pada jam 5 sore dan sampai di rumah jam 7 malam.
Untuk pembuatan tongkat, sekolah menyediakan cat dan bambu. Setiap kelompok diberikan list tentang alat-alat apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan tongkat yang harus dibawa pada saat pembuatan tongkat. Kakak OSIS sudah menyiapkan sketsa untuk tongkatnya. Saat pembuatan tongkat itu bersamaan dengan pembuatan name tag. Sehingga dibagi 2 regu, regu bagian membuat tongkat dan regu bagian pembuatan name tag. Pembuatan tongkat tidak sesulit pembuatan name tag karena tidak detail walaupuan dalam pembuatan tongkat diberi sketsa bentuk tongkat. Karena saya bersama teman-teman saya bekerja sama untuk mengerjakan tongkat ini. Saya pada awalnya termasuk dalam regu membuat tongkat, akan tetapi karena pembuatan name tag belom selesai. Saya membantu teman-teman saya dalam pembuatan name tag, karena pembuatan tongkat sudah mendekati titik selesai. Di pra-TO ini dimulailah pemilihan ketua angkatan dan nama angkatan. Nama angkatan saya bernama Nawa Drastha Sandyadira.  



di hari ke-n pra-TO, ada kegiatan dimana siswa dan siswi kelas X harus memegang tongkatnya dan tidak boleh lepas.  Saya berhasil mempertahankan tongkat di tangan saya walaupun seringkali tongkat saya nyaris diambil. apabila tongkat yang diambil punya siswi, maka satu siswa harus menemani siswi tersebut untuk mengambil kembali tongkatnya. apabila yang terambil tongkat siswa, maka siswa harus mengambil sendiri. Apabila tongkat ketua kelompok yang diambil, maka semua anggota harus ikut mengambil tongkat bersama ketua kelompok. Dan apabila tongkat yang diambil milik ketua angkatan, maka semua anak harus mengambil bersama dengan ketua angkatan.  Kegiatan ini membangun kekompakan 1 angkatan.
kegiatan pra-TO pun berakhir, dan akhirnya angkatan saya pergi ke kampung Pasir Muncang untuk melaksanakan kegiatan TO. Kegiatan TO berlangsung dari tanggal 22-26 Oktober 2009. Di kegiatan TO ini, kita mengaplikasikan kegiatan-kegiatan yang telah kita lakukan di pra-TO ke dalam kehidupan TO. Disana, kami tinggal dengan warga penduduk. Rumah disana tidak begitu besar, tetapi saya nyaman tinggal disana. 
Disana kami benar-benar hidup jauh dari perkotaan. 5 hari Kami mengambil data penelitian untuk penelitian kami yang berjudul “tanggapan masyarakat tentang budaya khas sunda”. Kami bertanya pada masyarakat sekitar. Dan di malam hari, setelah  sholat maghrib dan sholat isya diadakan kultum yang dibawakan oleh beberapa kelompok. Dan alhamdulillah saya membawakan kultum saya dengan baik.
Tidak hanya beraktivitas di lingkungan desa aja, banyak aktivitas yang dilakukan di luar lingkungan desa seperti bakti sosial dan penjelajahan.  Penjelajahan merupakan aktivitas dimana semua kelompok berkeliling di sekitar lingkungan desa yang asri. Akan tetapi, di sepanjang jalan kami akan melewati pos-pos dengan misi-misi tertentu. Dari menyelam lumpur, hingga bermain di air terjun. Di sepanjang perjalanan, tetap menyanyi lagu labschool dengan semangat. Karena kami merupakan kelompok ke 4 yang berangkat, kami sampai kembali ke desa siang. Sehingga kami mendapatkan banyak waktu untuk beristirahat. 5 hari tak terasa sudah berlalu, dan saatnya kita pulang kembali ke rumah masing-masing. 



Semester 1 tak terasa telah berakhir, dan dimulailah semester 2. Di semester 2 ini banyak pengalaman-pengalaman baru yang saya alami. Sekolah mengadakan studi lapangan bagi kelas X. Studi lapangan ini berlokasi di Bandung.  Di bandung kita tidak hanya berekreasi saja. Kami diberi tugas studi lapangan dengan bidang-bidang mata pelajaran yang berbeda seperti fisika, kimia, biologi, geografi, sejarah, dan ekonomi. Disana saya mendapatkan ilmu-ilmu baru. Menyenangkan rasanya belajar tidak hanya di luar sekolah saja.




Kegiatan wajib terakhir yang harus saya lalui sebagai siswi kelas X adalah BINTAMA. Bintama merupakan kegiatan dimana siswa kelas X akan mendapatkan pelatihan semi militer. Untuk tahun saya akan dilatih oleh grup kopassus. Bintama ini berlangsung selama kurang lebih 5 hari.
Masa kelas X pun selesai, dan dimulailah kelas Xi. saya memutuskan untuk mengambil jurusan IPA. Tahun tersebut tidak kalah seru dengan tahun sebelumnya. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan. Saya bersama kedua teman saya mewakili bidang biologi dalam beberapa lomba. Termasuk lomba NMGBC yang diadakan oleh FKUI dan OSN. Saya dan kedua teman saya tidak menang pada saat lomba NMGBC, akan tetapi kami ada berkesempatan untuk mengetahui lebih dalam tentang FKUI. Untuk OSN, kami melalui beberapa tahap untuk dapat mengikuti tingkat nasional, yang dimana peserta yang mengikuti dari seluruh Indonesia. Untuk seleksi tingkat kota. Saya dan kedua teman saya lolos mewakili Jakarta Selatan. Rasanya senang bisa ikut berpartisipasi kembali. Karena waktu saya masih di kelas X, saya tidak lolos seleksi tersebut. Akhirnya 125 anak terkumpul untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi, dimana beberapa orang akan terpilih untuk menjadi wakil dari Jakarta. Untuk menyeleksi, dilakukan 2 seleksi. Seleksi pertama dari 125 anak akan diambil 75 terbaik. Dan seleksi kedua dari 75 diambil Untuk persiapan seleksi tingkat provinsi, diadakan pelatihan yang berlangsung di SMAN 8. Melelahkan pastinya 1 minggu bolak balik kesana dengan kereta. Tapi lumayan buat pengalam. Bisa tau bagaimana rasanya orang-orang setiap pagi berdesak-desakan naik kereta untuk pergi bekerja. Sayang sekali, saya dan teman saya hanya bisa lolos sampai tingkat pertama. Sedih memang, tapi tidak apa-apa. Itulah yang menjadi pengalaman saya.
Di kelas XI ini, diadakan studi lapangan yang berlokasi di Yogyakarta. Tentu laporan pasti ada setelah melakukan studi lapangan ini, tapi tidak kerasa karena mengerjakan dalam berkelompok. Disana kami pergi ke Kraton, AAU (Akademi Angkatan Udara), Candi Prambanan, Malioboro, PT. Air Mancur, PT. Sritex, dan UGM. Kami juga menonton Sendratari Ramayana. Saya suka sekali dengan pertunjukan tersebut. Di UGM, kami dibagi menjadi beberapa kloter. Saya masuk ke dalam kloter bagian FK. Disana kami diperkenalkan jurusan FKUGM.  




Berakhirlah kelas XI, dan berawalnya kelas XII. Saya berharap angkatan saya lulus 100% dan mendapatkan perguruan tinggi yang diharapkan. Amin J

Dua Tahun di Labsky Sebuah Nama Sebuah Cerita

selesai PRA TO
Perjalanan hidup tidak selalu mulus layaknya jalan aspal . Pasti ada batu atau kerikil yang menghalangi . Ataupun juga dengan hal besar lain seperti bencana yang menghalangi ataupun yang lainnya . Begitu juga dengan perjalanan saya selama 2 tahun di SMA Labschool Kebayoran . banyak halang dan rintang yang mengahalangi maupun suka dan duka yang mengiringi perjalanan saya ini. Banyak canda dan tawa juga yang mengiringi langkah saya dalam menyusuri kehidupan saya di labsky ini.
Musim 2009 -2010 : Need to boost energy and still hardwork
Kita mulai dengan pertama kali saya masuk labschool kebayoran . Saya ini masuk kelas calon aksel  karena saya masuk ke SMA Labsky ini dengan jalur khusus  yaitu sebuah tes yang diperuntukkan khusus bagi siswa dari SMP Labschool baik dari Rawamangun , kebayoran ataupun Cinere. Tetapi , bukan hanya itu saja. Saya di tes iq lagi sehingga ternyata saya mendapat undangan untuk menjadi siswa calon akselerasi. Pada saat MOS, saya tidak mengalami hambatan berarti dan sudah mengenal banyak teman disitu. Selain itu juga, banyak tantangan di MOS tersebut yang dapat diselesaikan karena dapat dipecahkan bersama misalnya seperti menebak nama makanan untuk hari esok pada MOS, pembuatan nametag dan lain lain. Setelah itu, kira –kira satu bulan saya berada disini yaitu di kelas calon aksel. Saya menangkap kesan selama saya di kelas ini semua muridnya berorientasi belajar dan itu membuat saya senang berada di kelas ini . Selain itu karena kesamaan cara belajar , maka saya dengan mudah saya mendapatkan banyak teman selama berada di kelas ini. Bahkan, beberapa diantara mereka merupakan teman dekat saya disini. Pada bulan pertama saya disini, saya mendaftarkan diri untuk menjadi anggota petugas pengibar bendera untuk upacara 17 Agustus . Sebetulnya, yang mendaftarkan bukan saya tetapi teman saya yang menunjuk saya untuk ikut di kegiatan tersebut. Ternyata , jadi petugas upacara menguras tenaga saya dan pula saya sama teman sebelah kiri saya selalu diberi tindakan  oleh kakak pelatih karena selalu salah bergerak. Tetapi, pada saat upacara yang sebenarnya,ternyata saya dapat melakukan  semua gerakan baik itu jalan ditempat, langkah maju jalan atau formasi dengan benar . Dan itu membuat saya bangga dan terkejut karena rasanya kerja keras saya semua terbayar dengan hasil yang memuaskan tersebut. Kabar bagus lain yang saya terima adalah saya dianggap layak atau diterima menjadi siswa aksel angkatan 9 . Tetapi, melalui konsultasi yang panjang dan melelahkan dengan orang tua akhirnya saya memutuskan untuk mundur sebagai siswa aksel dan menjadi siswa reguler .
Pada saat saya pindah ke kelas reguler, saya ditempatkan ke kelas XB . Kelas ini, sejujurnya adalah kelas yang kompak dan juga rusuh karena setiap hari pasti ada saja barang yang dijadikan sebagai umpan untuk disembunyikan dan juga biasanya ada saja yang menjadi korban kejahilan di xb. Dulunya , saya menjadi bagian dari orang –orang yang jahil tersebut, tetapi pada saat ini saya sudah menyesal dan tidak akan lagi menjadi seperti itu karena itu ternyata membawa dampak buruk bagi saya. Tepat saat saya masuk kelas xb ini, ternyata ada anak AFS asal AS bernama Omar Hashwi yang bergabung di kelas kita selama satu tahun. Pada awalnya , kehadiran Omar agak merepotkan khusunya untuk salah satu teman saya yang kebetulan selalu duduk di sebelah Omar karena ia belum terlalu fasih berbahasa Indonesia. Tetapi, justru karena hal itulah , ia seperti badut tambahan karena ia fasih mengucapkan bahasa Indonesia yang gaul daripada bahasa Indonesia yang baku. Selain itu ada trio iseng yang selalu memiliki ide yang baru untuk mengerjai semua orang setiap harinya. Meskipun begitu, isinya kelas XB terdiri dari berbagai macam sifat. Ada yang hina, ada yang santai, ada yang pendiam, ada yang pemarah, ada yang kocak , ada yang kaku dan masih banyak lagi yang lainnya dan memiliki sifat yang berbeda pula. Tetapi, hal itulah yang membuat kelas ini seru setiap hari.
Di kelas sepuluh inilah banyak sekali kegiatan yang harus saya jalani dan itu sangat menguras stamina, pikiran dan juga tenaga saya. Misalnya seperti Trip Observasi , Bintama dan Studi Lapangan. Ada juga kegiatan tambahan berupa SkyBattle dan SkyAvenue serta parahnya lagi saya ikut di dalam komunitas yang bernama Pemeriah ( Pengibar Merah Putih Ahmad Dahlan ). Saya akan membahas beberapa diantaranya.
Yang pertama Trip Observasi. Kalau boleh jujur , ini adalah salah satu kegiatan yang bikin capai , kesal , gondok tetapi akan terus terkenang sampai saya tua. Trip Observasi diawali oleh Pra Trip Observasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan dilakukan pada saat TO nanti. Misalnya membuat nametag dengan gambar yang telah ditentukan dan itu sulit sekali ditambah lagi dengan pembuatan tongkat dengan motif yang sulit dan juga disana kita juga harus belajar masak dan juga belajar segala macam kegiatan yang akan dilakukan . Belum ditambah pula dengan keharusan semua kelompok membuat pensi yang telah ditentukan. Dan juga , ada sebuah acara kejutan bernama barikade yang menguji kekompakan  kita sebagai angkatan yang baru terbentuk . Karena, pada hari kertiga Pra Trip Observasi, angakatan saya yang bernama Nawa Drastha Sandyadira yang kurang lebih artinya adalah Angkatan 9 yang bermahkotakan persatuan yang kokoh terbentuk.  Selain itu, masih ada hal –hal kecil lain yang masih perlu diselesaikan sebelum Trip Observasi, misalnya yel – yel angkatan ataupun logistik serta pemberian fendel selama trip observasi. Saya kebetulan sebagai salah satu ketua kelompok di Trip Observasi, jadi beban dan tanggung jawab yang diberikan kepada saya lebih besar. Meskipun begitu, untungnya masih ada teman teman sekelompok saya yang lebih berpengalaman dibanding saya membantu saya melakukan semua pekerjaan tersebut.
Add caption
Tibalah saat Trip Observasi. Trip ini dilaksanakan tanggal 21-25 Oktober 2009. Pada hari pertama Trip Observasi, acara utamanya adalah mendapatkan pita hijau sebanyak-banyak dan juga pensi . Selain itu, pada setiap malam , selalu ada acara jaga fendel sampai jam 2 malam kira- kira. Saya bersama teman sekelompok saya yang pria melakukan acara tersebut dari awal sampai akhir. Sehingga selama TO, saya kurang lebih hanya tidur 2-4 jam saja. Meskipun begitu banyak acara yang menarik perhatian misalnya, Peduli Kehidupan Desa, terus ada juga Olahraga pagi dengan senam ala kopassus yang hitungannya membuat saya tertawa ada juga lintas budaya serta yang paling saya sukai adalah penjelajahan. Penjelajahan ini terdiri dari lima pos yaitu Pos Kesenian, Bela Negara, Agama, Kesehatan & Kemanusiaan serta Pendidikan. Diantara lima seksi tersebut , yang paling saya sukai adalah pos keagamaan karena pos itu terletak di air terjun yang dingin sekali. Sehingga, saya sangat menikmati dinginnya air tersebut, meskipun saya gagal melaksanakan tugas saya dengan benar untuk mencari sikat yang akan membersihkan tubuh saya dari lumpur yang melumuri badan saya pada saat saya disuruh merangkak di pos bela negara. Selain itu, di kegiatan ini, saya juga belajar bagaimana sebenarnya yang harus dilakukan agar saya dapat menjadi seorang ketua kelompok yang dapat menjadi panutan bagi anggota kelompoknya karena di kegiatan ini saya memang banyak melakukan kesalahan sebagai ketua kelompok. Dan pada akhirnya, kegiatan ini menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi saya dan tidak akan saya lupakan seumur hidup.
Berikutnya ada juga Bintama. Kegiatan ini sebetulnya bertujuan untuk membina mental para siswa agar lebih kuat dan tahan banting. Tetapi , ternyata Bintama tidak seseram yang saya bayangkan. Bintama ternyata sangat seru dan saya cukup menikmatinya. Banyak kegiatan yang seru seperti mountenering, halang rintang, navigasi darat, caraka malam tetapi yang paling seru adalah jaga barak. Disini, kita dilatih agar tetap dapat terjaga dan konsentrasi dalam melakukan setiap kegiatan yang diinstruksikan para pelatih disana. Dan juga kita dilatih agar dapat lebih disiplin, berani, tidak egois serta menghargai jasa para pahlawan yang ditunjukkan pada malam suci dimana terdapat upacara cium bendera serta api unggun. Kalau boleh jujur, saya termasuk orang yang kena bully dari teman satu peleton saya. Buktinya, nama saya dijadikan theme song untuk yel peleton saya. Miris saya kalau masih mengingat kejadian tersebut. Di Bintama, juga terdapat banyak lagu dan semua lagu yang ada di Bintama rata-rata lirik lagunya lucu dan berisi juga tentang jiwa patriotisme siswa bintama kepada bangsa dan negaranya. Saya mengakui bahwa BINTAMA jauh lebih ringan tantangan serta godaannya dibandingkan dengan bimensi, program serupa BINTAMA yang ada di sekolah saya.
Selanjutnya ada kegiatan saya di komunitas pemeriah . Komunitas adalah komunitas Pengibar Paskibra yang ada di SMA Labschool kebayoran. Sayangnya, ini hanyalah sebuah komunitas saja karena di sekolah Paskibra sudah dianggap sebagai ekskul, bahkan sebagai program wajib di sekolah lain. Meskipun ini hanya sebuah komunitas, tetapi kami sibuk sekali menjadi petugas pengibar bendera di berbagai peringatan seperti Hari Pendidikan Nasional ,Hari Kemerdekaan RI, atau juga Upacara hari pertama masuk sekolah. Tetapi yang paling mengesankan adalah saat pemeriah menjadi pertunjukkan pembuka di Sky Battle. Kami bekerja dan berlatih begitu keras setiap hari bahkan Sabtu atau Minggu pun kami tetap berlatih dari pagi sampai siang .Hal ini membuat saya agak kerepotan mengatur jadwal belajar saya di sekolah. Akibatnya , nilai saya jeblok semua dan rangking saya turun 11 peringkat. Tetapi, meskipun begitu saat saya menjadi Pemeriah, saya tidak menyesal atas keputusan tersebut. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama saya menjadi pemeriah. Misalnya seperti, tidur di sekolah sehari sebelum penyelenggaran Sky Battle, ataupun juga menyablon baju bersama-sama dengan teman yang lain, atau juga latihan di gor , di taman langsat ataupun juga di senayan. Ada kejadian lucu saat saya latihan di senayan . Saya membuat teman teman saya dihukum. Saya dengan seenak hati jogging mengelilingi Gelora Bung Karno lalu saya lupa bahwa latihannya ternyata belum selesai. Dan sekembalinya saya dari jogging saya teman teman saya langsung memaki saya karena membuat mereka dihukum push-up 12 seri . Pada saat itu saya merasa bersalah atas apa yang menimpa semua teman saya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi . Selain itu, disana saya juga mendapat latihan fisik tambahan berupa pull –up , lompat tali , halang rintang dan juga panjat memanjat. Disana, hubungan saya dengan teman-teman sesama pemeriah menjadi lebih akrab dan saya juga merasa senasib sepenanggungan dengan mereka .Selain itu, karena saya ikut di komunitas ini keadaan saya khususnya secara fisik maupun mental menjadi lebih kuat setelah menjadi pemeriah.
Selain itu, saya juga pergi ke Bandung  untuk melaksanakan program yang bernama study trip . Setiap tahun, program ini selalu diadakan sebagai refreshing agar siswa tidak jenuh di kelas sekaligus membuat materi yang diajarkan menjadi lebih maksimal dimengerti oleh siswa. Selain itu, beberapa pelajaran seperti Fisika dan Kimia , Geografi , Biologi, Ekonomi memberikan tugas kepada kami untuk Studi Lapangan kali ini. Untuk Fisika dan Kimia, kami melakukan studi ke PT. Pindad , tempat artileri untuk TNI dibuat. Disana kami tidak boleh mendokumentasikan kegiatan yang ada di sana karena takutnya rahasia yang dilakukan di sana bisa terbongkar dan juga suara disana sangat bising sehingga materi yang dijelaskan tidak tersampaikan. Setelah itu, saya berkunjung ke Museum Geologi dimana saya melihat berbagai macam data tentang keadaan bumi di Indonesia mulai dari zaman purba sampai zaman sekarang. Selain itu, kami juga diperlihatkan video yang menarik yang berhubungan dengan geologi . Selanjutnya kami diturunkan di jalan Dago untuk selanjutnya berbelanja sesuai dengan keinginan ke penjuru kota Bandung. Saya dan beberapa teman saya memilih untuk pergi ke Jalan Cihampelas dan membeli beberapa oleh –oleh dari sana. Tetapi , karena macetnya jalan di kota Bandung waktu itu, saya hampir saja tertinggal bus yang akan berangkat menuju Dago Tea House. Di sinilah , tempat malam keakraban angkatan berlangsung . Semu bernyanyi bersama, saling tukar pikiran atau curhat , saling meredakan konflik, dan juga merasakan kehangatan bersama sebagai satu angkatan. Esoknya kami pergi ke Pusat inseminasi buatan di lembang dimana kita belajar tentang reproduksi buatan pada sapi dan dilanjutkan dengan pergi ke Ciater sebelum akhirnya pulang kembali ke Jakarta.
Terakhir, saya diberi kesempatan untuk turut ambil bagian dalam beberapa acara sebagai panitia. Saya menjadi panitia dalam acara Sky Battle dan Sky Nation. Khusus pada kegiatan Sky Battle, saya menjadi seksi kesehatan dan pada satu ketika, saya agak lambat menangani serta salah mendiagnosa pemain yang luka sehingga ia harus terluka dan dibawa ke rumah sakit. Saya agak panik pada waktu kejadian dan dalam konsentrasi yang kurang baik serta kelelahan saat bertugas. Semenjak itu, saya menjadi lebih baik dalam menjalankan tugas –tugas di hari berikutnya.

Musim 2010 -2011  : An Experience journey
Setelah mengalami pasang surut pada saat belajar bersama XB, akhirnya di akhir tahun ajaran 2009-2010 saya dinyatakan secara layak naik kelas dan dapat melanjutkan ke program IPA  dan ditempatkan di kelas XI IPA 2. Ternyata, setelah satu tahun menjadi bagian dari XI IPA 2 , saya merasakan suasana hati yang bermacam mulai dari senang, susah , sedih dan marah bercampur aduk menjadi satu ketika saya ada di kelas ini. Terkadang, saya masih sering suka mengenang masa –masa selama saya berada di kelas ini.
Kegiatan di kelas XI sebetulnya tidak sebanyak saat saya berada di kelas X . Paling , hanya studi lapangan ke Yogyakarta saja yang merupakan program sekolah. Sisanya, mungkin hanya program yang dilaksanakan oleh gabungan antara OSIS dan Siswa seperti Sky Battle , Sky Avenue dan program –program lainnya .  Selain itu, saya juga menjadi panitia di kedua acara ini. Dan tentunya pengalaman yang sangat mengasyikkan.  Dan , tidak seperti di tahun sebelumnya meskipun saya kembali menjadi kesehatan di acara SkyBattle , tetapi setidaknya, kesalahan yang saya lakukan sangat minim dan juga kejadian seperti tulang bergeser yang dialami oleh salah seorang peserta basket dapat diatasi karena koordinasi yang baik dengan seksi yang lain sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat . Hebatnya, saya betul betul bertugas full lebih dari 12 jam sebagai kesehatan saat itu. Pada saat SkyAvenue , saya bertugas sebagai seksi produksi dimana saya bekerja pada saat hari H ( saat pertunjukkan ). Jujur, saya agak kelelahan karena pada saat itu saya begadang dan saya juga bekerja banyak untuk mengangkut barang dan memasang ini itu agar tempat pertunjukkan tersebut dapat lebih meriah . dan juga agar mendukung acara tersebut sukses.
Di kelas 11, saya melakukan studi lapangan ke Yogyakarta. Di tempat ini, saya berkunjung ke beberapa tempat yang asyik. Misalnya ke keraton Yogyakarta yang bertujuan untuk mencari data pada studi KN lalu ada juga ke pusat penerangan AURI di dekat bandara Adi Sucipto dan disana adalah tempat studi fisika saya . Dilanjutkan dengan studi ke Perusahaan Air Mancur serta ke PT Sritex untuk studi biologi dan kimia . Serta melakukan kunjungan ke Candi Borobudur  , dan juga Malioboro. Di Malioboro, saya hanya sekedar berjalan jalan di sana tanpa membeli apapun . selain itu, saya juga berkunjung ke UGM dan mendapat banyak pencerahan disana. Dan juga saya berkunjung ke SMA Muhammadiyah 1 dan & Sendratari ramayana yang merupakan dua kegiatan yang paling membosankan dan juga melelahkan. Tetapi, saya juga menyesal karean asedikitnya waktu yang tersedia untuk menikmati semua hiburan yang disitu. Tetapi , yang penting saya dapat berkumpul dengan teman –teman.
Di kelas ini, saya banyak sekali meninggalkan pelajaran dan juga cabut. Juga banyak sekali dimaki oleh teman karena kekurangan saya. Tetapi, yang paling penting, di akhir tahun ajaran saya memiliki banyak kenangan di kelas 2 yang tidak bisa saya ceritakan disini. Saya berharap, di kelas 3 ini saya dapat menyelesaikan sekolah dengan baik serta lulus dengan nilai memuasakan agar cerita saya disini semakin indah.
Selain itu, di musim ini pula saya juga melantik junior saya yang ada di pemeriah. Lucunya, saya tidak dapat berkonsentrasi karena saya memikirkan tugas sekolah saya yang terbengkalai. Akibatnya, saya tidak dapat fokus saat menjadi panitia tetapi, untuk kali pertama saya akhirnya mengetahui mengapa ada kakak oSIS yang kerjanya marah-marah dan pula saya juga berkunjung ke banyak tempat yang indah saat itusehingga membuat pengalaman ini jadi tak terlupakan.

Pengalaman Selama 2 Tahun di Labsky



Saya berasal dari SMP Labschool Kebayoran, dimana saya sudah sangat familiar dengan segala macam kegiatan- kegiatan yang lain dari sekolah sekolah umumnya. Awalnya tidak ada niatan untuk melanjutkan studi di jenjang SMA ke Labschool karena orang tua saya lebih menginginkan saya masuk ke SMA Negeri. Namun, saya tetap mencoba jalur dimana semua murid SMP Labschool diberikan kesempatan tes terlebih dahulu dan tersaringlah 50 orang terbaik, tentunya dengan beberapa kualifikasi seperti nilai rapot minimum dan sebagainya.  Alhamdulillah, saya termasuk ke dalam 50 besar itu. Dan diberikan kesempatan untuk menjalani tes untuk program Akselerasi. Semangat saya semakin menjadi setelah mengetahui teman baik saya Dimas Ismail juga mengikuti tes tersebut.




Disaat calon siswa lain mungkin sedang berlibur, saya dan siswa-siswa yang beruntung lainnya menjalani tes untuk proggram akselerasi. Sempat tersirat rasa kesal karena tidak dapat menikmati liburan seperti calon siswa pada umumnya. Namun tekad saya untuk masuk kedalam kelas akselerasi mengalahkan penat saya. Hingga akhirnya tersaring kurang lebih 40 orang kandidat calon akselerasi yang akan diujicoba menjalani materi- materi akselerasi selama sebulan. Saya masih harus bersaing lagi dengan teman teman untuk disaring kembali menjadi siswa kelas akselerasi resmi.  
Selanjutnya hari kegiatan sekolah yang pertama pun tiba, Masa Orientasi Siswa (MOS). Kami, para siswa baru diajarkan mengenai budaya budaya Labschool, yang mayoritas saya sudah tau, karena saya berasal dari SMP Labschool. Kami juga diberikan materi materi lain seperti Persatuan Baris Berbaris dan diajarkan berdisiplin. Hari terakhir Masa Orientasi Siswa kami diwajibkan membuat drama kelas oleh kakak Osis. Drama kelas tersebut disaksikan kakak kakak keas XI dan XII. Walau menurut saya drama kami kurang berhasil karena suara kami kurang terdengar jelas, namun, saya merasakan kebersamaan kelas semakin terbangun. Saya mulai mengenal satu sama lain.
Masa Orientasi Siswa telah saya lalui, namun saya masih harus mengarungi sebulan penuh observasi pembelajaran agar dapat menjadi siswa akselerasi. Materi materi baru yang diajarkan dibahas dengan tempo yang sangat cepat. Berbeda dengan kelas kelas reguler pada umumnya. Cukup sulit, karena materi SMA sangat jauh berbeda dengan materi SMP. Dibutuhkan logika dan permainan otak dalam membahas soal soal yang diberikan. Tanpa terasa sebulan penuh telah saya lalui. Kini tinggal menunggu hasil pengamatan dan keputusan mengenai siapa yang lulus dan yang tidak. Meski belum mengetahui keputusan saya sudah merasakan kesedihan, teman baik saya, si Dimas memutuskan untuk tidak mengikuti program ini. Sehingga sudah bulat keputusan dia tidak akan bersama dengan saya jika saya berhasil lulus.
Amplop telah dibagikan oleh ibu Yuyun, guru BK yang menangani kami. Butuh waktu yang lama bagi saya untuk mengumpulkan keberanian membuka amplop tersebut. Hingga 15 menit berlalu, teman teman saya yang telah membuka amplop nya terlebih dahulu sehingga saya tahu siapa yang lulus dan yang tidak. Saya semakin pasrah terhadap keputusan tersebut. Ternyata saat saya membuka amplop tersebut, berita baik yang disampaikan, saya berhasil lulus dan dapat menjadi siswa akselerasi resmi. Alhamdulillah.




Setelah beberapa bulan saya menjadi siswa akselerasi, tiba saat nya pergantian jabatan OSIS dan MPK. Diberitahukan bahwa MPK membutuhkan dua perwakilan dari kelas X. Saat pemilihan dikelas, saya dan Zakky menjadi pemenang. Sehingga saya mulai diwajib mengikuti persiapan ari lintas juang, karena untuk menjadi OSIS atau MPK di Labschool dilakukan semacam upacara atau ritual lari kurang lebih 17 km. Karena 17 km bukan jarak yang dekat jadi saya diwajibkan ikut persiapan lari. Setiap persiapan jaraknya semakin panjang. Hal ini menyita energi saya yang seharusnya fokus untuk pelajaran karena akselerasi belajar dengan tempo yang cepat. Saya tertinggal dari kawan kawan dan susah mengejarnya. Belum lagi banyaknya waktu yang tersita untuk imbingan belajar. Jujur saja saya letih tapi sema itu hilang saat Jas MPK sudah ditangan. Saya telah dilantik menjadi seksi kesenian MPK Balaprawira Cakradarmatha. Kakak kakak OSIS dan MPK yang lain sangat baik kepada saya, khususnya Kak Nia, Kak Nana dan Kak Ichi.
Pembelajaran seperti biasa saya lakukan kembali, nilai saya sangat fluktuatif di aksel. Sulit rasanya mendapatkan nilai diatas 7. Bimbel pun semakin menjadi jadi, Waktu saya beristirahat tersita hanya untuk belajar. Bahkan beberapa teman saya berkomentar bahwa saya menjadi sombong karena tidak meluangkan waktu untuk mereka. Padahal memang saya yang tidak punya waktu bermain karena tuntutan akselerasi. Namun saya masih mencoba bertahan. Karena ibu saya menginginkan saya tetap di aksel meski saya pontang panting. Katanya usaha saya akan terbalas saat dijenjang mahasiswa nanti.



Dilain waktu, saya masih meluangkan waktu untuk kegiatan sekolah. Mayoritas karena wajibnya mengikuti kegiatan tersebut. Seperti kegiatan keagamaan, Pra TO, dan TO.
Saat Pra TO, saya beruntung memiliki anggota kelompok yang sangat baik dan kompak. Kami lebih sering bercanda dan tertawa bersama sama karena tingginya selera humor anggotanya. Bahkan pembimbing kami juga sering tertawa bersama kami, atau memarahi kami karena seringnya kami bercanda. Walaupun kami suka bercanda, namun kami dapat menyelesaikan persyaratan yang diberikan atau tugas tugas dengan baik. Bahkan untuk name tag, kami selesai lebih awal. Belum lagi drama kami tentang Hachi yang tergolong melawak dapat menghibur kawan kawan semua dan termasuk drama yang lolos pentas. Sehingga kami menjadi kelompok terbaik Pra TO. Alhamdulillah.
Saat TO kami tinggal didesa, rumah yang saya tempati sangat unik. Dalam bak mandinya terdapat ikan lele, yang kadang kadang lompat dan mengagetkan saya yang sedang mandi. Belum lagi teriakan ewaldo saat menemukan kodok berukuran sangat besar dikamar mandi yang membuat kaget satu kelompok yang sedang tidur. Mayoritas saya bertugas dirumah. Memasak, mencuci. Uniknya pada saat mencuci saya tidak sadar dibelakang saya terdapat kandang ayam sehingga saat sata membalikan badan saya terpeleset. Namun semua itu menambah serunya TO kelompok kami. Seru tidak berhenti disana, saat mengarang surat cinta yang saya putuskan saya berikan kepada Koor Rohani, kak Avicenna, saya dibantu kak Elza, pembimbing saya. Saya menuliskan surat cinta dalam bahasa arab. Surat cinta pun sukses saya berikan kepada kak Avicenna sehingga kelompok kami mendapat tambahan pita hijau.
Tapi sedihnya kelompok saya banyak yang sakit pada hari hari terakhir. Sehingga banyak yang tidak mengikuti penjelajahan dan tidak menjadi kelompok terbaik. Saya juga termasuk yang sakit. Kata dokter, saya alergi tumbuhan. Saya juga binggung kenapa bisa alergi tumbuhan. Badan saya panas kulit saya gatal kemerahan. Saat itu saya merasa kehilangan momen yang penting dalam TO. Saat kembali ke Jakarta saya pun mengurus alergi saya tersebut yang ternyata memakan banyak salep yang harus digunakan.



Kembali menjalani rutinitas yang membosankan, waktu saya tersita untuk belajar. Kadang kala saya tidak mengikuti acara keluarga karena alasan mengerjakan tugas atau belajar untuk ulangan. Saya merasa sedih. Belum lagi nilai yang saya capai kurang memuaskan. Tidak sebanding dengan usaha saya les sana sini. Sangat pelit nilai dan sulit soal sifat beberapa guru di labschool. Hingga akhirnya pada kelas XI semester 1 saya memutuskan turun kembali ke program reguler. Cukup susah untuk berpisah dengan teman teman akselerasi, karena sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. Apalagi berpisah dengan Tiara, Diva, Denira dan Thasya. Namun keputusan saya sudah didukung keluarga dan guru hingga akhirnya saya resmi mengundurkan diri dan turun. Dari total dua puluh orang siswa akselerasi, kini tinggal lima belas siswa. Saya satu satunya cewek yang turun ke reguler.
Awalnya saya takut mengenai pendapat teman teman reguler, karena sebelumnya saya pernah mendengar celetukan salah satu siswa reguler mengenai siswa akselerasi yang degrade. “Balik ke reguler? Wah berarti bego dong.” Komentarnya blak blakan. Cukup shock bagi saya, karena jujur saja kata- katanya menyakitkan.  Belum lagi saya tidak punya kawan dekat di reguler, karena kebetulan teman dekat saya ada yang tidak sekelas dan ada yang berada di IPS. Tapi saya beruntung, saya mendapatkan teman baik di kelas yaitu, Michelle, Raras, dan Cintya. Dan pendapat saya mengenai teman teman direguler berubah. Mereka ternyata baik dan asik. Konyol.
Kesibukan saya les sudah tidak ada saya menjadi terbilang “nganggur” sehingga “iseng iseng” saya mengikuti ekskul futsal. Selain karena saya suka olahraga, ada Michelle dan Dimas di ekskul tersebut. Jujur saja, saya merasakan kekompakan disana. Kami berlatih keras untuk mengikuti Sky Battle, walau pendirian ekskul futsal putri masih tergolong baru. Tapi kami merasakan serunya berlatih bersama. Belum lagi permainan semakin bertambah seru saat kami diadu dengan futsal putra SMP.
Bermodalkan nyali dua minggu setelah kami terbentuk dan latihan bersama, kami mengikuti Bulungan cup yang diadakan oleh SMA 70. Kami mencari pengalaman. Benar adanya, kami sangat terlihat amatir dilapangan. Melawan tim dari SMA 74 kami dibantai dengan skor yang agak mengerikan. Memang tidak imbang, sebab dua orang dalam tim 74 adalah timnas. Saya pun melakukan banyak kesalahan. Dan mendapat kartu kuning. Walau berujung kalah di Bulungan cup tapi pengalaman tidak ternilai dapat diambil dari sana. Sehingga pada SkyBattle kemampuan kami meningkat meski belum dapat menyetarakan dengan yang lainnya sehingg kami tetap kalah di SkyBattle. Akan tetapi kami pernah berekor mengalahkan tim lawan di Skybattle ini.
Walau asal asalan dan tidak pernah menang cup, menurut saya futsal adalah ekskul terasik yang pernah saya ikuti. Belum lagi anggotanya yang sangat bersahabat dan saya anggap keluarga sendiri.
Keseruan lain adalah pada saat saya menjadi panitia Dana untuk SkyAvenue, saya harus menjual makanan kecil dan menjual beberapa item. Terkadang saya harus menombok uang jualan dengan uang sendiri. Bahkan semapat berdebat dengan dimas mengenai iuran. Tapi itu semua sebanding dengan serunya SkyAvenue 2011. Dengan tema halloween, saya menyesuaikan diri. Saya menggambar tangan zombie yang memegang kaki saya. Saat disibukan oleh stand dana yang kekurangan piring dan mengharuskan saya dan teman dekat saya, Azrina ke mayestik. Saya sungguh malu. Banyak orang memperhatikan kaki saya. Bahkan ada seorang suster yang menunjuk nujuk kaki saya dan anak kecil yang memotret kaki saya.
Dengan malu saya belanja dengan sangat cepat dan segera kembali ke tennis indoor senayan. Disana saya sangat menikmati acara karena tugas saya sudah selesai. Puncak kegembiraan yang menurut saya “gong” dari SkyAvenue saat penampilan Sheila On 7. Setengah mengantuk karena lelah saya tetap bergembira menggoyangkan kaki sesuai irama lagu. Hingga akhirnya acara selesai.




Saat ini saya sendiri masih belajar di Labschool, dikelas XII IPA 3 yang diwalikelaskan ibu Epidayatny. Sampai detik ini saya masih mencari pengalaman terbaik saya dilabschool yang tidak dapat saya tukar dengan apapun. Masa SMA memang masa yang paling indah, saya tidak pernah menyesal pernah berada di akselerasi, saya tidak juga menyesal mengambil keputusan untuk turun ke reguler. Karena semakin banyak pengalaman akan membuat saya semakin iap menghadapi hidup. Demikianlah perjalanan 2 tahun saya di Labschool yang menurut saya menarik untuk diberitahukan kepada teman teman. Sampai saat ini saya masih berjuang  untuk lulus dan mendapatkan Universitas yang saya inginkan. Semoga pengalaman saya dapat membuka mata teman teman, khususnya, jangan malu jika anda pernah mengalami degrade, jadikan itu sebagai salah satu pengalaman hidup dimana orang lain belum tentu merasakannya. Sekian, terima kasih.

730 Hari Bersama Labschool Kebayoran

Setelah 12 tahun berada di lingkungan yang sama untuk menempuh pendidikan sedari taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah pertama, Subhan akhirnya pindah ke kolam yang lebih besar. Dia masuk Labschool karena terpengaruh oleh kakaknya ytang sudah mengalami menempuh pendidikan terlebih dahulu di Labschool Kebayoran yaitu Firman El Amny Azra. Bagian apa yang menginspirasi Subhan untuk masuk Labschool Kebayoran, dia sendiri tidak mengetahuinya. Setidaknya, menurut dia pindah ke kolam yang lebih besar ini merupakan keputusan yang tepat untuk menambah pengalaman hidup.
Walau kakaknya sudah bersekolah 3 tahun lamanya di Labschool Kebayoran, Subhan baru benar-benar memasuki lingkungan Labschool Kebayoran ketika Penerimaan Siswa Baru. Kala itu dia menempuh ujiannya dalam ruang biologi. Masih teringat olehnya Pak Subhan, mantan wakil kepala bidang kesiswaan pada saat itu masih menjabat dan menyalami peserta PSB. Begitu pula guru yang mengawasi ujian seleksi masuknya, Pak Estu.
Dirinya pun lolos dalam seleksi tesebut. Dia pun diwajibkan hadir pada tanggal 11 Juli 2009 untuk memperoleh informasi kegiatan MOS yang akan dilaksanakan pada hari seninnya. Dia cukup gugup ketika pertama kali masuk pada saat itu karena dia adalah pribadi yang pemalu, cukup tertutup, dan sedikit temannya yang bersekolah dengan dia dulu masuk Labschool Kebayoran. Pada akhirnya dia bisa melewati hari itu dengan baik.
Hal yang dia ketahui dari kakaknya dan dia anggap paling memberatkan dari kegiatan MOS di Labschool adalah membotakkan rambutnya menjadi botak sepatu 1. Walau pada akhirnya dia tahu tidak hanya itu yang sulit tapi juga membuat nametag karena dirinya itu tuna seni. Memotong kertas dengan gunting saja tidak pernah lurus. Namun setelah beberapa saat dia akan bersyukur setelah melihat nametag angkatan kakaknya jauh lebih sulit.
Hari MOS, tanggal 13, 14, 15 Juli 2009 selalu diawali dengan lari pagi. Dia tidak kesulitan mengikuti kegiatan tersebut karena dia sudah terbiasa jogging. Hal yang paling mengejutkan baginy selama mengikuti kegiatan MOS adalah ketika anggota OSIS Saptraka marah-marah karena ketidak kompakan kami dan ketika saya dimarahi karena warna nametag yang tidak tepat, dan ketika latihan PBB. Walau demikian, dia bisa memakluminya karena kegiatan MOS pastinya akan seperti ini. Dia pun bisa melewati MOS dengan tenang.
Hari-hari pertamanya di Labschool Kebayoran cukup depresif. Karena dia orang kesulitan mendapat teman baru. Tapi kemudian hari dia semakin bisa membaur dengan lingkungan Labschool Kebayoran. Terutama setelah masuknya Muhammad Adi Nugroho dari kelas calon akselerasi ke kelas XA. Sampai pada akhir kelas X, dia berteman cukup baik dengan Adi, Omar, Akbar, dan Hafiz. Salah teman terbaiknya yang bertahan sampai sekarang adalah Muhammad Reza Kurniawan, yang dimana sewaktu kelas X tidak seakrab dengannya dibandingkan dengan nama-nama yang disebutkan sebelumnya.
Kewibawaan OSIS Labschool Kebayoran cukup menginspirasinya untuk bergabung kedalam keanggotaan OSIS. Bidang OSIS yang ingin dia pimpin adalah bagian rohani. Antusiasme dirinya ternyata tidak cukup untuk masuk kedalam keanggotaan OSIS. Pada akhirnya dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk memimpin. Ii cukup menjatuhkan mental dirinya, walau suatu saat kedepan, dia akan mensyukuri dirinya tidak masuk ke dalam keanggotaan OSIS.
Hari-hari pembelajaran efektif pada awalnya tidak terasa begitu berat. Perlahan tapi pasti kegiatan pembelajaran semakin memberatkan, sesuai dengan reputasi Labschool Kebayoran. Walau demikian dia masih bisa mnegikutinya tanpa merasakan tekanan apa-apa karena teman-teman sekelasnya.
Setelah bulan Ramadhan pada tahun 2009 lewat, program Trip Observasi bagi angkatan 9, angkatan Labschool Kebayoran yang Subhan masuki. Program tersebut dimulai dengan kegiatan Pra-TO terlebih dahulu. Di kegiatan tersebut seluruh angkatan 9 terlebih dahulu melakukan persiapan untuk kegiatan TO. Seperti membuat tongkat yang akan sangat membantu di lokasi tempat TO akan dilaksanakan yaitu Kampung Pasir Muncang dan membuat name tag untuk membuktikan identitas sebagai angakatan 9. Di akhir kegiatan Pra-TO juga angkatan 9 juga mendapatkan 3 ketua angkatan dan namanya sendiri yaitu Nawa Drastha Sandyadira. Kemudian kegiatan TO benar-benar dilaksanakan. Kegiatan TO menjadi kenangan baik bagi banyak anggota angkatan 9, namun hal tidak berlaku bagi Subhan. Kegiatan TO, walau dia tetap sehat sepanjang berlangsung kegiatan, tidak satupun ada hal baik yang dapat dia dapat kenang dari 5 hari itu.
Pada Kelas 10 ini, Subhan bergabung bergabung dalam ekstrakurikuler CD Room. Dia sebenarnya bergabung bukan karena minat pada desain komputer. Namun karena kewajiban memiliki eskul bagi setiap murid Labschool Kebayoran. Walau demikian dia tetap sering hadir dalam kegiatan eskulnya. Selama 1 tahun ini sebenarnya dia memiliki ide untuk eskul baru atau merubah CD Room itu sendiri, namun nampaknya dia masih belum memiliki determinasi untuk melaksanakannya.
Di semester kedua, salah satu kegiatan sekolah yang dia lakukan adalah studi wisata ke Bandung. Walau banyak yang dia lakukan disana, hal yang paling dia ingat adalah dia tahu betapa manusiawi(baca:melawak) gurunya yang mendampingi dalam bus waktu itu. Mereka adalah bapak endang Sumarna, Yusuf Effendi dan Ujang Subhan. Dari kegiatan studi wisata ke Bandung, hanya hal itu yang paling dia ingat.
Program sekolah terakhir yang akan Subhan lakukan dalam Kelas 10 adalah BINTAMA. Betapa leganya dia ketika sadar ini adalah kali terakhir  kepalanya akan dibuat menjadi botak. Kegiatan BINTAMA yang dilakukan di Markas Grup 1 Kopassus Serang, Banten, ini menjadi kegiatan yang paling melekat dalam kenangannya sebagai murid kelas 10. Betapa Subhan belajar mengenai Kopassus itu sendiri sampai menghormati mereka, tata krama, dan yang paling penting adalah jiwa korsa yang diajarkan oleh Kopassus. Walau banyak hal yang diajarkan oleh Kopassus cukup keras, namun Subhan sadar tahu bahwa sebenarnya angkatan terdahulu mengalami BINTAMA yang lebih keras. Sedikit kecewa, namun kegiatan BINTAMA akan selalu terkenang dalam diri Subhan.
Pada akhir semester dua kelas 10, Subhan dihadapkan pada sebuah dilema. Sebuah dilema yang merupakan perubahan arah hidup bagi dia. Nilai yang dia dapat mencukupi untuk masuk kedalam jurusan IPA. Padahal, selama dia di Kelas 10 dia selalu meyakinkan diri untuk masuk jurusan IPS. Hal ini memang suatu dilema karena dia mempermasalahkan konsistensiuntuk masuk kedalam jurusan IPS, namun juga dia ingin memenuhi salah satu tujuan hidupnya yaitu mengejar ilmu yang dimana hal itu dapat diwujudkan jika masuk kedalam jurusan IPA. Pada akhirnya dia meninggalkan konsistensi untuk memenuhi salah satu tujuan hidupnya. Walau demikian dia berjanji untuk konssiten terhadap mimpinya tersebut di masa depan.
Setelah selesai dengan dilemanya untuk asuk kedala Jurusan IPS atau Jurusan IPA, 2 minggu kemudian akhirnya Subhan menjadi murid kelas XI IPA. Subhan walau merasa tidak yakin dengan keputusannya sendiri karena nilai pelajaran IPA pada kelas 10 hanyan mencukupi diirnya masuk kedalam jurusan IPA. Walau demikian, Subhan tetap berusaha semangat untuk menyongsong tahun pelajaran baru ini.
Pembelajaran di jurusan IPA memang sulit. Tapi dengan semangat mengejar ilmu dan mimpinya dia bisa mengikuti pelajaran tanpa ada masalah yang berarti.  Semangat mengejar ilmu yang dia dapat dari tokoh sejarah idolanya yang merupakan seorang ilmuwan, yaitu Nikola Tesla. Ketokohan Tesla dalam kontribusinya untuk umat manusia menginspirasi Subhan untuk suatu hari memnerikan sumbangsih bagi umat manusia. Dengan semangat itu Subhan bisa melewati semester 1 dengan cukup baik, walau di didalam kelas dia biasa sendirian karena teman-temannya banyak yang berada di kelas lain atau berbeda jurusan.
Ketika kegiatan PILAR 2010 hendak dilaksanakan, bertapa terkejutnya Subhan ketika dia tahu kalau organisasi ROHIS tidak diikutsertakan dalam pelaksanaannya sedangkan PILAR itu sendiri merupaka kegiatan yang sangat bernuansa Islam. Subhan pun berusaha melobi agar ada anggota ROHIS diikutsertakan kedalam panitia pelaksana PILAR. Lobi pun berhasil dan 2 orang dari ROHIS yaitu Subhan dan  Ramadhika Vebryto, ketua ROHIS pada saat itu, ikut serta dalam kegiatan PILAR. Tidak ada kenangan berarti dalam kegiatan itu sendiri bagi Subhan, namun bagaimana dia melobi untuk keikutsertaan ROHIS itu memacu dirinya untuk bisa lebih vokal dalam menyuarakan pendapatnya.
Pada kelas XI semester 1, pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai program akhir semester yaitu membuat iklan layanan masayarakat. Subhan, yang sendirian tidak mendapat kelompok memutuskan untuk membuat iklan anti pembajakan karaya intelektual. Tema tersebut dia ambil karena bagi dirinya, pembajakan di Indonesia memang sudah sangat parah. Dia membuatnya dengan klip-klip dari komik internet yang dia edit. Tentu saja dia mencatumkan sumbrnya kemudian. Dari sini, dia belajar betapa nikmatnya buah hasil kerja keras.
Semester 2 dimulai dengan kegiatan studi wisata di Jogjakarta. Di Jogjakarta Subhan mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti situs Keraton dan Candi Prambanan. Ketika mengunjungi Candi Prambanan dai menyadari betapa besarnya sebuah pencapaian yang dilakukan oleh bangsa terdahulu dan seberapa pentingnya menjaga warisan sejarah. Selain situs sejarah, Dia juga mengunjungi pabrik jamu Air Mancur dan pabrik tekstil Sritex. Kebanggaan dirinya terhadap negara bertambah ketika dirinya mengetahui bahwa beberapa produksi Sritex adalah pakaian militer untuk negara anggota NATO. Selain itu, tidak ada hal yang benar-benar menarik perhatiannya.
Semester 2 ini merupaka waktu tersulit yang pernah Subhan alami dalam hidupnya. Kegiatan pembelajaran terasa begitu sulit. Hal tersebut terjadi tidak hanya karena akumulasi dari kelelahan terus sendirian dalam kelas, tapi juga idealisme untuk menganggap ilmu sebagai suatu hal yang mulia, bukan sesuatu yang pantas ditunjukan hanya melalui nilai diatas kertas, mudah untuk dimanipulasi. Semangat dan mimpi yang dia miliki sewaktu semester 1 kalah dengan perasaan tersebut. Sehingga dia benar-benar mengalami waktu yang sangat sulit di semester 2 ini.
 Walau demikian, dia masih bisa menikati waktu terakhirnya di semester 2. Karena dia mengikuti program pemerintah JENESYS, pertukaran pemuda ke Jepang. Walau bukan sebuah program yang dilaksanakan oleh pihak sekolah, dia tetap berpikir kalau sekolah masih memiliki peran karena sudah memberi izin untuk mengikuti program tersebut.
Dari program tersebut, dia belajar banyak hal dari Jepang. Dari gaya hidup mereka yang ramah lingkungan, sopan santun, dan yan paling penting, ketepatan waktu. Selain itu dia juga melihat langsung keteraturan dalam kehidupan masyarakat Jepang. Kunjungannya ke Jepang ini membakar mimpinya lagi untuk bisa menempuh pendidikan disana
Selama 2 tahun terakhir di Labschool, dia sudah mengalami banyak hal. Aspek yang paling dia suka dari Labschool adalah gurunya. Guru di Labschool Kebayoran tidak hanya berkualitas dalam hal otak, tapi juga sungguh bersahabat. Dia sungguh bersyukur dan bangga dapat menempuh pendidikan di Labschool Kebayoran ini.
Untuk saat ini, dia berusaha untuk dapat kembali kedirinya yang lama agar tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Karena dia menyadari bahwa bisa saja waktu-waktu berat di semester 2 kelas 11 tersebut masih berlanjut hingga sekarang. Hal ini dia lakukan untuk mengejar mimpi jangka pendeknya, yaitu melanjutkan studi ke Jepang. Kemudian melanjutkan mimpi jangka panjangnya yaitu memberikan kontribusi bagi umat manusia dan mendirikan panti asuha bagi anak-anak berbakat yang menjadi yatim piatu dari seluruh dunia.
Semoga resolusi dan determinasinya bisa membawa dia kepada mimpi tersebut.

Dua Tahun di Labky, Sebuah Cerita dari Ahmad Dahlan

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada bapak guru sejarah saya, pak shobirin yang telah memberikan saya cukup banyak tugas yang sedikit banyak mengisi waktu liburan saya yang agak membosankan. Sejujurnya mungkin saya agak kebingungan untuk menceritakan tentang apa di tugas ini, karena sejujurnya sangat banyak suka duka bersekolah di SMA Labschool Kebayoran ini. Sehingga sayapun agak lupa untuk menceritakannya kembali karena mungkin ada yang lupa sedikit.
Saya memulai cerita saya semenjak hari pra-mos. Pada hari seluruh calon siswa SMA diwajibkan hadir untuk mendengarkan pengarahan dari kakak-kakak osis. Isi dari pengarahan tersebut adalah menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan mos yang akan dilaksanakan pada hari senin minggu depannya. Isi  kegiatan pra-mos adalah kakak-kakak osis memberikan sketsa nametag mos dan juga diberikan buku panduan mos, dan seerta diberitahukan pakaian yang digunakan untuk kegiatan mos tersebut.
Pada hari senin berikutnya adalah kegiatan mos yang sebenarnya. Pada hari itu saya adalah salah satu dari siswa yang berasal dari SMP Labschool Kebayoran. Oleh karena itu mungkin saya sudah sangat terbiasa dengan suasana mos tersebut. Tidak ada rasa canggung yang terasa. Mungkin yang harus diadaptasi adalah bertemu dengan teman-teman baru yang berasal dari SMP se-penjuru Jakarta.
Kegiatan mos hari pertama dipenuhi dengan materi-materi yang menurut saya cukup membosankan. Materi-materi tersebut berisi tentang kehidupan lingkungan Labschool Kebayoran, seperti tata tertib dan peraturan sekolah tersebut. Kemudian materi tentang cara yang tepat untuk mempertahankan hidup di sekolah tersebut, maksudnya adalah lebih kepada cara mengatur nilai-nilai agar tetap dapat naik kelas. Karena sekolah ini memiliki batas minimal nilai yang lumayan tinggi. Memang dengan dijelaskannya materi ini, anak-anak didik akan lebih siap menghadapi kerasnya kehidupan sma. Anak-anak akan membuka matanya dan menyiapkan strategi yang jitu untuk tetap mempertahankan nilainya di sekolah ini. Di hari pertama pun sudah dimulai tatacara makan ala militer, yang disebut ‘makan komando’. Makan komando adalah tata cara makan dengan cepat dan ringkas. Kakak-kakak osis akan menghitung waktu adik-adiknya makan. Katanya sih system ini untuk membuat adik-adiknya lebih kompak. Jika ada teman di sampingnya yang tidak bisa menghabiskan makanan, maka teman di samping lainnya wajib membantu. Sehingga terciptalah jiwa korsa yaitu jiwa kebersamaan. Selain itu setiap perpindahan saya dihitung oleh kakak-kakak osis. Seperti perpindahan dari hall masjid ke lantai empat, dari lantai empat ke masjid, dari masjid ke hall, dari hall ke hall mesjid, dari hall masjid ke lapangan konblok, dan mungkin dari lapangan konblok ke lapangan tanah.
Kegiatan hari kedua terlihat sama saja seperti kegiatan di hari pertama. Kegiatan hari kedua diawali dengan lari pagi. Inilah kali pertama lari pagi di saat SMA. Saya harus datang jam 5 pagi. Karena jadwalnya jam 5.15 sudah mulai lari pagi. Sejujurnya saya malas bangun pagi untuk olah raga, apalagi jam 5 pagi. Kegiatan hari kedua menurut saya lebih keras daripada hari pertama. Para peserta mos diwajibkan untuk mengikuti PBB. Kegiatan ini cukup menguras energy apalagi dilaksanakan jam 2 siang. Setiap kelompok perserta dipegang oleh salah satu kakak-kakak osis seksi bela Negara. Pada awalnya saya melihat mereka berwajah galak dan tegas. Tetapi lama-lama terlihat biasa saja. Kakak-kakak itu kadang kadang bisa senyum juga. Kegiatan hari kedua juga disisipi dengan peningkatan keimanan siswa dengan dilaksanakannya shalat zuhur dan shalat asar berjamaah di masjid. Para siswa juga diajak untuk membaca al quran disaat kosong.
Kegiatan hari ketiga isinya tentang pengenalan kelas-kelas kepada siswa baru. Pengenalan guru-guru yang mengajar juga dilakukan. Pada hari ketiga pula dilaksanakan pentas seni. Jadi setiap kelompok mos harus mempersembahkan pentas seni kepada kakak-kakak kelas mereka. Karya yang kami persembahkan adalah drama. Entah itu drama musical ataupun drama film. Jadi kami harus mempersembahkan yang terbaik. Kalau bisa suara kami harus terdengar oleh semua orang di sekitar kami.
Setelah kegiatan mos, SMA Labschool Kebayoran memiliki acara pentas seni yang cukup besar adalah ‘Sky Avenue’. Skyave, singkatannya adalah acara terbesar SMA kita. Acara tahun tersebut bertema ‘magic town’. Bintang tamunya adalah Damian yang seorang illusionist dan banyak band-band yang terkenal diundang ke acara tersebut. Karena saya masih kelas x pada waktu itu, maka kami dijadikan panitia seksi kebersihan. Tugas kami adalah memunguti sampah pastinya pada acara tersebut berlangsung. Kami tidak mengenal pagi, siang ataupun malam. Kami tetap bekerja memunguti sampah. Kadang, kami masuk ke dalam arena untuk melihat pertunjukan music yang sedang berlangsung, tetapi kami tidak bisa berlama-lama menonton karena kami harus membersihkan sampah yang berserakan.
Kegiatan kami setelahnya adalah pilar. Pilar adalah kegiatan keagamaan yang dilakukan pada bulan ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam sekolah. Kegiatan ini lebih mengarahkan kami untuk meningkatkan keimanan. Setiap hari kami harus shalat tepat waktu. Kami juga melaksanakan shalat sunnah di masjid. Kemudian kami harus menyetorkan hafalan ayat kami kepada mentor2 kami. Kami juga harus rajin-rajin membaca Al-quran disaat yang kosong.
Kegiatan kami berikutnya adalah Trip Observasi. Tettapi sebelum melaksanakan kegiatan ini harus menjalani “ritual” yang bernama Pra-TO. Pra-To adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk menguji kesiapan para peserta untuk menjalani kegiatan berikutnya yaitu Trip Observasi. Kegiatan Pra-To ini dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan ini sebenarnya menurut saya tidak ada hubungannya dengan kegiatan To itu sendiri. Namun yang namanya “ritual” ya harus diajalan toh. Pra-To cukup menguras tenaga kami sejujurnya. Kami diharuskan untuk mencukur rambut sampai sepatu satu. Awalnya malu karena sebelumnya saya tidak pernah mencukur rambut sependek itu. Dari mulai hari pertama kami harus lari pagi dari sekolah. Kami kumpul jam 5.00 di sekolah. Wah semua serba cepat deh pokoknya.
Pada hari pertama Pra-To kami harus menjalani kegiatan materi yang dibawakan oleh para guru ataupun tamu-tamu dari luar sekolah kami. Hari pertama juga dilaksanakan pengamplasan tongkat bambu. Tongkat ini harus diamplas sampai halus dan hilang serat durinya. Sehingga memudahkan langkah berikutnya yaitu mengecat. Mengecat tongkat sangatlah mengasyikan, dimana kita bisa berkreasi sesuka hati kita. Memang desain tongkat sudah ditentukan oleh kakak-kakak osis seksi kesenian (seksen). Namun yang namanya kreasi setiap orang berbeda-beda. Sehingga setiap orang memiliki kerapihan warna yang berbeda-beda. Namun saya tetap bangga terhadap tongkat karya saya sendiri.
Hari kedua Pra-To cukup melelahkan seperti hari pertama. Di hari kedua kami diajarkan kembali PBB. Selain itu kami di ajarkan cara mempertahankan tongkat kami. Tongkat TO adalah salah satu benda yang sakral  di kegiatan ini. Tongkat TO adalah benda yang harus kami jaga sekuat kami, maksudnya tidak boleh berpindah ke tangan orang lain. Kami diajarkan berargumentasi yang baik, benar dan juga harus menjaga sopan santun disetiap kata-kata yang kami lontarkan. Kami juga melaksanakan games yang bernama ‘siaga tongkat’. Games di hari kedua tersebuat hanya sebagai pengenalan dan hanya diajarkan teknik menahan tongkat yang benar.
Hari ketiga adalah hari terakhir dari kegiatan Pra-To. Kegiatan yang seru di hari ketiga adalah pemilihan ketua angkatan. Kegiatan lain yang tak kalah seru adalah masak-memasak. Masak-memasak adalah salkah satu kegiatan yang santai dan menimbulkan rasa kekeluargaan. Masakan yang dibuat tidak terikat oleh tema. Setiap kelompok harus mengundang kakak-kakak osis dan mpk untuk mencicipi masakan mereka. Di kegiatan masak-memasak ini yang paling diuntungkan adalah trium virate osis dan mpk. Karena mereka pasti paling dikenal oleh kami. Sehingga mereka pasti diundang untuk mencicipi masakan kami. Hari ketiga ditutup oleh games ‘barikade’ barikade adalah games yang membuat saya bingung sekaligus kesal. Games ini sangat membingungkan peserta. Dalam setiap argument mungkin tidak ada yang benar. Semua adalah salah di mata kakak-kakak osis.
Setelah kegiatan Pra-To, para peserta diajarkan yel-yel angkatan oleh kakak-kakak seksen. Kami semua harus menghafalkan yel-yel angkatan kami, ‘Nawa Drastha Sandyadira’. Yel-yel kami berisi dari lagu-lagu korea yang sedang hip pada masa itu, ada juga campuran lagu dangdut. Ya secara keseluruhan saya tidak terlalu menyukai yel-yel kami karena saya kurang menyukai nadanya. Tapi tak apalah yang penting kami bisa kompak menyanyikan yel tersebut tak apalah.
Setelah seminggu berselang, akhirnya kami melaksanakan kegiatan Trip Observasi. Saya sangat menyukai kegiatan ini. TO kami dilaksakan di Kampung Pasir Muncang, Purwakarta, Jawa Barat. Kampung tersebut masih asri dengan rumah-rumah penduduk yang berdampingan serasi dengan suasana desa tersebut. Orang orang desa tersebut menggunakan dialek sunda saat berbicara dengan pendatang seperti kami. Orang-orang kampong disana sangatlah bersabat bersedia membantu jika kami sedang butuh bantuan.
Hari hari di Pasir muncang sangatlah menarik menurut saya, Suasana disana tidak bisa saya dapatkan di kota Jakarta. Suasana disana sangatlah bersih dengan jarangnya kendaraan bermotor yang lalu-lalang. Kami bisa leluasa mengelilingi kampong tanpa takut terserempet oleh motor.
Di Purwakarta kami diberikan wawasan baru yang tidak ada di Jakarta. Kami mempelajari bagaimana kehidupoan warga desa. Cara mereka hidup, mempertahankan kehidupannya bahkan cara mereka bersosialisasi. Kami mempelajari lingkungan desa dan melakukan penlitian tenang kehidupan mereka. Ada kelompok yang meneliti kemampuan bahasa inggris mereka, ada yang meneliti kamar mandi mereka, ada yang meneliti kehidupan ekonomi mereka dan lain-lain. Kami harus sudah bangun di setiap pagi yang sangat dingin. Di hari pertama saya menggigil akibat udara yang kelewat dingin. Cuaca hujan menambah udara yang semakin dingin. . Secara keseluruhan TO adalah kegiatan yang mengasyikan dan juga sangat memberikan wawasan baru kepada kami semua.
Setelah kegiatan TO, pembelajaran di sekolah normal kembali. Kami kembali berjuang demi mendapatkan nilai yang memuaskan.  KAmi dikejar-kejar oleh deadline tugas dan jadwal ulangan yang padat. Kami semua dipaksa untuk menjadi anak yang rajin belajar untuk sementara waktu. Kehidupan di Labschool cukup keras bagi siswa SMA. Namun yang pasti SMA Labschool Kebayoran bebas dari tawuran antar sekolah, karena kami tidak memiliki geng sekolah. Tapi yang pasti di setiap sekolah pasti ada yang namanya senioritas. Itu lumrah dan tidak bisa dihindari. Namun di sekolah kami senioritas bukanlah suatu yang negative namun melainkan sikap senior yang membuat kami memiliki tenggang rasa kepada mereka. Mereka-senior- tidak melakukan hal-hal yang berhubungan fisik kepada kami, namun dengan sikap mereka yang kooperatif kepada para junior, kami menjadi hormat kepada mereka.
Di bulan maret Labsky mengadakan acara yang lumayan besar yaitu acara pertandingan olahraga yang bernama ‘skybattle’. Skybattle adalah acara kedua terbesar yang diselenggarakan sekolah labsky. Acara ini mengundang seluruh SMA se-Jabotabek untuk ikut serta dalam pertandingan futsal, basket, rugby, dance dan cheerleeders. Setiap sekolah bebas memilih jenis pertandingan yang diminati. Hadiah dan piala yang diselenggarakan oleh panitia cukuplah banyak di setiap cabang  pertandingannya.