Dua Tahun di Labsky Sebuah Nama Sebuah Cerita

selesai PRA TO
Perjalanan hidup tidak selalu mulus layaknya jalan aspal . Pasti ada batu atau kerikil yang menghalangi . Ataupun juga dengan hal besar lain seperti bencana yang menghalangi ataupun yang lainnya . Begitu juga dengan perjalanan saya selama 2 tahun di SMA Labschool Kebayoran . banyak halang dan rintang yang mengahalangi maupun suka dan duka yang mengiringi perjalanan saya ini. Banyak canda dan tawa juga yang mengiringi langkah saya dalam menyusuri kehidupan saya di labsky ini.
Musim 2009 -2010 : Need to boost energy and still hardwork
Kita mulai dengan pertama kali saya masuk labschool kebayoran . Saya ini masuk kelas calon aksel  karena saya masuk ke SMA Labsky ini dengan jalur khusus  yaitu sebuah tes yang diperuntukkan khusus bagi siswa dari SMP Labschool baik dari Rawamangun , kebayoran ataupun Cinere. Tetapi , bukan hanya itu saja. Saya di tes iq lagi sehingga ternyata saya mendapat undangan untuk menjadi siswa calon akselerasi. Pada saat MOS, saya tidak mengalami hambatan berarti dan sudah mengenal banyak teman disitu. Selain itu juga, banyak tantangan di MOS tersebut yang dapat diselesaikan karena dapat dipecahkan bersama misalnya seperti menebak nama makanan untuk hari esok pada MOS, pembuatan nametag dan lain lain. Setelah itu, kira –kira satu bulan saya berada disini yaitu di kelas calon aksel. Saya menangkap kesan selama saya di kelas ini semua muridnya berorientasi belajar dan itu membuat saya senang berada di kelas ini . Selain itu karena kesamaan cara belajar , maka saya dengan mudah saya mendapatkan banyak teman selama berada di kelas ini. Bahkan, beberapa diantara mereka merupakan teman dekat saya disini. Pada bulan pertama saya disini, saya mendaftarkan diri untuk menjadi anggota petugas pengibar bendera untuk upacara 17 Agustus . Sebetulnya, yang mendaftarkan bukan saya tetapi teman saya yang menunjuk saya untuk ikut di kegiatan tersebut. Ternyata , jadi petugas upacara menguras tenaga saya dan pula saya sama teman sebelah kiri saya selalu diberi tindakan  oleh kakak pelatih karena selalu salah bergerak. Tetapi, pada saat upacara yang sebenarnya,ternyata saya dapat melakukan  semua gerakan baik itu jalan ditempat, langkah maju jalan atau formasi dengan benar . Dan itu membuat saya bangga dan terkejut karena rasanya kerja keras saya semua terbayar dengan hasil yang memuaskan tersebut. Kabar bagus lain yang saya terima adalah saya dianggap layak atau diterima menjadi siswa aksel angkatan 9 . Tetapi, melalui konsultasi yang panjang dan melelahkan dengan orang tua akhirnya saya memutuskan untuk mundur sebagai siswa aksel dan menjadi siswa reguler .
Pada saat saya pindah ke kelas reguler, saya ditempatkan ke kelas XB . Kelas ini, sejujurnya adalah kelas yang kompak dan juga rusuh karena setiap hari pasti ada saja barang yang dijadikan sebagai umpan untuk disembunyikan dan juga biasanya ada saja yang menjadi korban kejahilan di xb. Dulunya , saya menjadi bagian dari orang –orang yang jahil tersebut, tetapi pada saat ini saya sudah menyesal dan tidak akan lagi menjadi seperti itu karena itu ternyata membawa dampak buruk bagi saya. Tepat saat saya masuk kelas xb ini, ternyata ada anak AFS asal AS bernama Omar Hashwi yang bergabung di kelas kita selama satu tahun. Pada awalnya , kehadiran Omar agak merepotkan khusunya untuk salah satu teman saya yang kebetulan selalu duduk di sebelah Omar karena ia belum terlalu fasih berbahasa Indonesia. Tetapi, justru karena hal itulah , ia seperti badut tambahan karena ia fasih mengucapkan bahasa Indonesia yang gaul daripada bahasa Indonesia yang baku. Selain itu ada trio iseng yang selalu memiliki ide yang baru untuk mengerjai semua orang setiap harinya. Meskipun begitu, isinya kelas XB terdiri dari berbagai macam sifat. Ada yang hina, ada yang santai, ada yang pendiam, ada yang pemarah, ada yang kocak , ada yang kaku dan masih banyak lagi yang lainnya dan memiliki sifat yang berbeda pula. Tetapi, hal itulah yang membuat kelas ini seru setiap hari.
Di kelas sepuluh inilah banyak sekali kegiatan yang harus saya jalani dan itu sangat menguras stamina, pikiran dan juga tenaga saya. Misalnya seperti Trip Observasi , Bintama dan Studi Lapangan. Ada juga kegiatan tambahan berupa SkyBattle dan SkyAvenue serta parahnya lagi saya ikut di dalam komunitas yang bernama Pemeriah ( Pengibar Merah Putih Ahmad Dahlan ). Saya akan membahas beberapa diantaranya.
Yang pertama Trip Observasi. Kalau boleh jujur , ini adalah salah satu kegiatan yang bikin capai , kesal , gondok tetapi akan terus terkenang sampai saya tua. Trip Observasi diawali oleh Pra Trip Observasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan dilakukan pada saat TO nanti. Misalnya membuat nametag dengan gambar yang telah ditentukan dan itu sulit sekali ditambah lagi dengan pembuatan tongkat dengan motif yang sulit dan juga disana kita juga harus belajar masak dan juga belajar segala macam kegiatan yang akan dilakukan . Belum ditambah pula dengan keharusan semua kelompok membuat pensi yang telah ditentukan. Dan juga , ada sebuah acara kejutan bernama barikade yang menguji kekompakan  kita sebagai angkatan yang baru terbentuk . Karena, pada hari kertiga Pra Trip Observasi, angakatan saya yang bernama Nawa Drastha Sandyadira yang kurang lebih artinya adalah Angkatan 9 yang bermahkotakan persatuan yang kokoh terbentuk.  Selain itu, masih ada hal –hal kecil lain yang masih perlu diselesaikan sebelum Trip Observasi, misalnya yel – yel angkatan ataupun logistik serta pemberian fendel selama trip observasi. Saya kebetulan sebagai salah satu ketua kelompok di Trip Observasi, jadi beban dan tanggung jawab yang diberikan kepada saya lebih besar. Meskipun begitu, untungnya masih ada teman teman sekelompok saya yang lebih berpengalaman dibanding saya membantu saya melakukan semua pekerjaan tersebut.
Add caption
Tibalah saat Trip Observasi. Trip ini dilaksanakan tanggal 21-25 Oktober 2009. Pada hari pertama Trip Observasi, acara utamanya adalah mendapatkan pita hijau sebanyak-banyak dan juga pensi . Selain itu, pada setiap malam , selalu ada acara jaga fendel sampai jam 2 malam kira- kira. Saya bersama teman sekelompok saya yang pria melakukan acara tersebut dari awal sampai akhir. Sehingga selama TO, saya kurang lebih hanya tidur 2-4 jam saja. Meskipun begitu banyak acara yang menarik perhatian misalnya, Peduli Kehidupan Desa, terus ada juga Olahraga pagi dengan senam ala kopassus yang hitungannya membuat saya tertawa ada juga lintas budaya serta yang paling saya sukai adalah penjelajahan. Penjelajahan ini terdiri dari lima pos yaitu Pos Kesenian, Bela Negara, Agama, Kesehatan & Kemanusiaan serta Pendidikan. Diantara lima seksi tersebut , yang paling saya sukai adalah pos keagamaan karena pos itu terletak di air terjun yang dingin sekali. Sehingga, saya sangat menikmati dinginnya air tersebut, meskipun saya gagal melaksanakan tugas saya dengan benar untuk mencari sikat yang akan membersihkan tubuh saya dari lumpur yang melumuri badan saya pada saat saya disuruh merangkak di pos bela negara. Selain itu, di kegiatan ini, saya juga belajar bagaimana sebenarnya yang harus dilakukan agar saya dapat menjadi seorang ketua kelompok yang dapat menjadi panutan bagi anggota kelompoknya karena di kegiatan ini saya memang banyak melakukan kesalahan sebagai ketua kelompok. Dan pada akhirnya, kegiatan ini menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi saya dan tidak akan saya lupakan seumur hidup.
Berikutnya ada juga Bintama. Kegiatan ini sebetulnya bertujuan untuk membina mental para siswa agar lebih kuat dan tahan banting. Tetapi , ternyata Bintama tidak seseram yang saya bayangkan. Bintama ternyata sangat seru dan saya cukup menikmatinya. Banyak kegiatan yang seru seperti mountenering, halang rintang, navigasi darat, caraka malam tetapi yang paling seru adalah jaga barak. Disini, kita dilatih agar tetap dapat terjaga dan konsentrasi dalam melakukan setiap kegiatan yang diinstruksikan para pelatih disana. Dan juga kita dilatih agar dapat lebih disiplin, berani, tidak egois serta menghargai jasa para pahlawan yang ditunjukkan pada malam suci dimana terdapat upacara cium bendera serta api unggun. Kalau boleh jujur, saya termasuk orang yang kena bully dari teman satu peleton saya. Buktinya, nama saya dijadikan theme song untuk yel peleton saya. Miris saya kalau masih mengingat kejadian tersebut. Di Bintama, juga terdapat banyak lagu dan semua lagu yang ada di Bintama rata-rata lirik lagunya lucu dan berisi juga tentang jiwa patriotisme siswa bintama kepada bangsa dan negaranya. Saya mengakui bahwa BINTAMA jauh lebih ringan tantangan serta godaannya dibandingkan dengan bimensi, program serupa BINTAMA yang ada di sekolah saya.
Selanjutnya ada kegiatan saya di komunitas pemeriah . Komunitas adalah komunitas Pengibar Paskibra yang ada di SMA Labschool kebayoran. Sayangnya, ini hanyalah sebuah komunitas saja karena di sekolah Paskibra sudah dianggap sebagai ekskul, bahkan sebagai program wajib di sekolah lain. Meskipun ini hanya sebuah komunitas, tetapi kami sibuk sekali menjadi petugas pengibar bendera di berbagai peringatan seperti Hari Pendidikan Nasional ,Hari Kemerdekaan RI, atau juga Upacara hari pertama masuk sekolah. Tetapi yang paling mengesankan adalah saat pemeriah menjadi pertunjukkan pembuka di Sky Battle. Kami bekerja dan berlatih begitu keras setiap hari bahkan Sabtu atau Minggu pun kami tetap berlatih dari pagi sampai siang .Hal ini membuat saya agak kerepotan mengatur jadwal belajar saya di sekolah. Akibatnya , nilai saya jeblok semua dan rangking saya turun 11 peringkat. Tetapi, meskipun begitu saat saya menjadi Pemeriah, saya tidak menyesal atas keputusan tersebut. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama saya menjadi pemeriah. Misalnya seperti, tidur di sekolah sehari sebelum penyelenggaran Sky Battle, ataupun juga menyablon baju bersama-sama dengan teman yang lain, atau juga latihan di gor , di taman langsat ataupun juga di senayan. Ada kejadian lucu saat saya latihan di senayan . Saya membuat teman teman saya dihukum. Saya dengan seenak hati jogging mengelilingi Gelora Bung Karno lalu saya lupa bahwa latihannya ternyata belum selesai. Dan sekembalinya saya dari jogging saya teman teman saya langsung memaki saya karena membuat mereka dihukum push-up 12 seri . Pada saat itu saya merasa bersalah atas apa yang menimpa semua teman saya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi . Selain itu, disana saya juga mendapat latihan fisik tambahan berupa pull –up , lompat tali , halang rintang dan juga panjat memanjat. Disana, hubungan saya dengan teman-teman sesama pemeriah menjadi lebih akrab dan saya juga merasa senasib sepenanggungan dengan mereka .Selain itu, karena saya ikut di komunitas ini keadaan saya khususnya secara fisik maupun mental menjadi lebih kuat setelah menjadi pemeriah.
Selain itu, saya juga pergi ke Bandung  untuk melaksanakan program yang bernama study trip . Setiap tahun, program ini selalu diadakan sebagai refreshing agar siswa tidak jenuh di kelas sekaligus membuat materi yang diajarkan menjadi lebih maksimal dimengerti oleh siswa. Selain itu, beberapa pelajaran seperti Fisika dan Kimia , Geografi , Biologi, Ekonomi memberikan tugas kepada kami untuk Studi Lapangan kali ini. Untuk Fisika dan Kimia, kami melakukan studi ke PT. Pindad , tempat artileri untuk TNI dibuat. Disana kami tidak boleh mendokumentasikan kegiatan yang ada di sana karena takutnya rahasia yang dilakukan di sana bisa terbongkar dan juga suara disana sangat bising sehingga materi yang dijelaskan tidak tersampaikan. Setelah itu, saya berkunjung ke Museum Geologi dimana saya melihat berbagai macam data tentang keadaan bumi di Indonesia mulai dari zaman purba sampai zaman sekarang. Selain itu, kami juga diperlihatkan video yang menarik yang berhubungan dengan geologi . Selanjutnya kami diturunkan di jalan Dago untuk selanjutnya berbelanja sesuai dengan keinginan ke penjuru kota Bandung. Saya dan beberapa teman saya memilih untuk pergi ke Jalan Cihampelas dan membeli beberapa oleh –oleh dari sana. Tetapi , karena macetnya jalan di kota Bandung waktu itu, saya hampir saja tertinggal bus yang akan berangkat menuju Dago Tea House. Di sinilah , tempat malam keakraban angkatan berlangsung . Semu bernyanyi bersama, saling tukar pikiran atau curhat , saling meredakan konflik, dan juga merasakan kehangatan bersama sebagai satu angkatan. Esoknya kami pergi ke Pusat inseminasi buatan di lembang dimana kita belajar tentang reproduksi buatan pada sapi dan dilanjutkan dengan pergi ke Ciater sebelum akhirnya pulang kembali ke Jakarta.
Terakhir, saya diberi kesempatan untuk turut ambil bagian dalam beberapa acara sebagai panitia. Saya menjadi panitia dalam acara Sky Battle dan Sky Nation. Khusus pada kegiatan Sky Battle, saya menjadi seksi kesehatan dan pada satu ketika, saya agak lambat menangani serta salah mendiagnosa pemain yang luka sehingga ia harus terluka dan dibawa ke rumah sakit. Saya agak panik pada waktu kejadian dan dalam konsentrasi yang kurang baik serta kelelahan saat bertugas. Semenjak itu, saya menjadi lebih baik dalam menjalankan tugas –tugas di hari berikutnya.

Musim 2010 -2011  : An Experience journey
Setelah mengalami pasang surut pada saat belajar bersama XB, akhirnya di akhir tahun ajaran 2009-2010 saya dinyatakan secara layak naik kelas dan dapat melanjutkan ke program IPA  dan ditempatkan di kelas XI IPA 2. Ternyata, setelah satu tahun menjadi bagian dari XI IPA 2 , saya merasakan suasana hati yang bermacam mulai dari senang, susah , sedih dan marah bercampur aduk menjadi satu ketika saya ada di kelas ini. Terkadang, saya masih sering suka mengenang masa –masa selama saya berada di kelas ini.
Kegiatan di kelas XI sebetulnya tidak sebanyak saat saya berada di kelas X . Paling , hanya studi lapangan ke Yogyakarta saja yang merupakan program sekolah. Sisanya, mungkin hanya program yang dilaksanakan oleh gabungan antara OSIS dan Siswa seperti Sky Battle , Sky Avenue dan program –program lainnya .  Selain itu, saya juga menjadi panitia di kedua acara ini. Dan tentunya pengalaman yang sangat mengasyikkan.  Dan , tidak seperti di tahun sebelumnya meskipun saya kembali menjadi kesehatan di acara SkyBattle , tetapi setidaknya, kesalahan yang saya lakukan sangat minim dan juga kejadian seperti tulang bergeser yang dialami oleh salah seorang peserta basket dapat diatasi karena koordinasi yang baik dengan seksi yang lain sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat . Hebatnya, saya betul betul bertugas full lebih dari 12 jam sebagai kesehatan saat itu. Pada saat SkyAvenue , saya bertugas sebagai seksi produksi dimana saya bekerja pada saat hari H ( saat pertunjukkan ). Jujur, saya agak kelelahan karena pada saat itu saya begadang dan saya juga bekerja banyak untuk mengangkut barang dan memasang ini itu agar tempat pertunjukkan tersebut dapat lebih meriah . dan juga agar mendukung acara tersebut sukses.
Di kelas 11, saya melakukan studi lapangan ke Yogyakarta. Di tempat ini, saya berkunjung ke beberapa tempat yang asyik. Misalnya ke keraton Yogyakarta yang bertujuan untuk mencari data pada studi KN lalu ada juga ke pusat penerangan AURI di dekat bandara Adi Sucipto dan disana adalah tempat studi fisika saya . Dilanjutkan dengan studi ke Perusahaan Air Mancur serta ke PT Sritex untuk studi biologi dan kimia . Serta melakukan kunjungan ke Candi Borobudur  , dan juga Malioboro. Di Malioboro, saya hanya sekedar berjalan jalan di sana tanpa membeli apapun . selain itu, saya juga berkunjung ke UGM dan mendapat banyak pencerahan disana. Dan juga saya berkunjung ke SMA Muhammadiyah 1 dan & Sendratari ramayana yang merupakan dua kegiatan yang paling membosankan dan juga melelahkan. Tetapi, saya juga menyesal karean asedikitnya waktu yang tersedia untuk menikmati semua hiburan yang disitu. Tetapi , yang penting saya dapat berkumpul dengan teman –teman.
Di kelas ini, saya banyak sekali meninggalkan pelajaran dan juga cabut. Juga banyak sekali dimaki oleh teman karena kekurangan saya. Tetapi, yang paling penting, di akhir tahun ajaran saya memiliki banyak kenangan di kelas 2 yang tidak bisa saya ceritakan disini. Saya berharap, di kelas 3 ini saya dapat menyelesaikan sekolah dengan baik serta lulus dengan nilai memuasakan agar cerita saya disini semakin indah.
Selain itu, di musim ini pula saya juga melantik junior saya yang ada di pemeriah. Lucunya, saya tidak dapat berkonsentrasi karena saya memikirkan tugas sekolah saya yang terbengkalai. Akibatnya, saya tidak dapat fokus saat menjadi panitia tetapi, untuk kali pertama saya akhirnya mengetahui mengapa ada kakak oSIS yang kerjanya marah-marah dan pula saya juga berkunjung ke banyak tempat yang indah saat itusehingga membuat pengalaman ini jadi tak terlupakan.